Breaking News:

PINJAMAN ONLINE

Pinjol Ilegal Bikin Resah, OJK Rajin Patroli dan Satgas Waspada Investasi Blokir 1.913 Aplikasi

Jumlah fintech legal yang saat ini hanya berjumlah 125 sesuai dengan daftar OJK dan kebutuhan dana masyarakat menimbulkan gap kredit yang cukup besar.

Editor: Rimna Sari Bangun
dreamstime
Ilustrasi transaksi keuangan secara digital 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Fintech ilegal atau Pinjaman Online (Pinjol) ilegal terus menjamur dan keberadaannya meresahkan masyarakat.

Mengimingi kemudahan mendapatkan dana secara cepat tanpa syarat yang ribet, membuat orang tergiur.

Meski pada akhirnya mereka terjerat dengan bunga yang tinggi dan utang menumpuk. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terus berpatroli menangkap pelaku pinjol ilegal ini rupanya juga perlu didorong oleh masyarakat yang semakin teredukasi agar tidak terlilit utang oleh pinjol ilegal.

Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK yang beranggotakan 13 kementerian dan lembaga ini sejak 2018 hingga Juni 2021 mencatat sudah memblokir 1.913 aplikasi pinjol ilegal yang beredar di tengah masyarakat.

Baca juga: Dapat Transferan Uang tanpa Pengirim Jelas? Waspada Ini Modus Baru Pinjol Ilegal

Hanya saja, hal tersebut dirasa tak cukup karena pemblokiran tak menghentikan aktivitas mereka.

 “Fintech lending ilegal merupakan PR bersama yang perlahan tapi pasti terus kita tertibkan. OJK bersama aparat penegak hukum dan kementerian lembaga yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi terus melakukan penyisiran dan penindakan terhadap fintech lending ilegal,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Riswinandi dalam keterangan tertulisnya.

Ketua Ketua Tim Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK Tongam L. Tobing juga bilang, sejatinya keberadaan fintech secara umum membantu masyarakat untuk memperoleh pinjaman yang sebelumnya tidak bisa terlayani oleh bank ataupun perusahaan pembiayaan.

Ini tampak dari total nasabah yang mencapai 60 juta nasabah dengan jumlah dana akumulasi yang disalurkan mencapai Rp 207 triliun.

Namun, dengan jumlah fintech legal yang saat ini hanya berjumlah 125 sesuai dengan daftar OJK dan kebutuhan dana masyarakat menimbulkan gap kredit yang cukup besar.

Baca juga: Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 18 yang Mulai Juli 2021

Halaman
1234
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved