Breaking News:

Usai Rudapaksa Gadis 15 Tahun Lari ke Serdangbedagai, Akhirnya Pelaku SN Dibekuk Polisi

Setelah ditangkap dan diperiksa, pelaku mengakui perbuatannya, telah menyetubuhi seorang anak di bawah umur di sebuah hotel di kawasan Medan.

Editor:
Tribun Jabar
Usai Rudapaksa Gadis 15 Tahun Lari ke Serdangbedagai, Akhirnya Pelaku SN Dibekuk Polisi. Foto ILUSTRASI PEMERKOSAAN 

TRIBUNBATAM.id - Seorang sopir taksi di Medan, Sumatera Utara tega me rudapaksa seorang anak perempuan baru gede (ABG), berumur 15 tahun alias di bawah umur.

Menurut informasi yang diperoleh dari hasil penyelidikan kepolisian, perilaku bejatanya itu dilakukan di sebuah hotel di Kota Medan pada 18 Juni 2021 lalu. 

Pelaku berinisial SN sempat diburon polisi setelah korban dan keluarganya melaporkan kejadian itu kepada polisi.

SN saat buron sempat berpindah-pindah daerah untuk melarikan diri setelah melakukan rudapaksa.

"Kami telah melakukan penangkapan terhadap pelakunya. Di mana pelakunya sudah melarikan diri ke beberapa kota dan terakhir berhasil kami tangkap di wilayah Serdang Bedagai," kata Pelaksana Tugas Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Raffles Langgam Putra ketika ditemui wartawan di  depan ruangan Unit PPA, Rabu (7/7/2021) sore.

Baca juga: 7 Bulan Buron, Ayah yang Rudapaksa Putri Tirinya di Kebun Karet Dibekuk Polisi

Di daerah Kabupaten Serdang Bedagai, atau sekira 50 km dari Kota Medan SN bersembunyi di rumah kerabatnya.

Usai ditangkap dan diperiksa, pelaku mengakui perbuatannya, telah menyetubuhi seorang anak di bawah umur.

Kini, Polrestabes Medan masih melakukan pendalaman karena terdapat beberapa hal yang tidak sesuai antara keterangan korban dan tersangka. 

Pengakuan tersangka beda dengan laporan korban. Beberapa hal yang sedang didalami, lanjut dia, dalam keterangannya, korban diancam dengan pisau dan dipaksa untuk melakukan persetubuhan.

Namun dari keterangan tersangka, tidak ada ancaman tersebut, hanya bujuk rayu.

Kemudian, keterangan saksi di penginapan maupun CCTV yang ada di tempat yang mereka singgahi itu terlihat tidak ada paksaan. 

"Ini yang sedang kami dalami lagi mana yang benar. Namun paada intinya perbuatan pelaku tersebut dapat dikenakan pasal 81 Undang-undang Perlindungan Anak," kata Raffles. 

Baca juga: Terekam CCTV Dua Pria Rudapaksa Wanita Gangguan Jiwa di Simpang Tugu Durian

Pelaku dan korban sempat bertukar nomor handphone

Lebih jelas dikatakan Raffles, perkenalan antara pelaku dengan korban bermula saat sebelumnya korban memesan dengan aplikasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved