Breaking News:

SAHAM

Bukalapak Mulai Jual Saham pada Agustus 2021, Begini Prospeknya Menurut Analis

Perusahaan e-commerce ini menargetkan perolehan dana publik lebih dari US$ 1 miliar melalui penawaran umum saham perdana (IPO) Bulan Agustus.

Editor: Rimna Sari Bangun
KONTAN/Baihaki
Ilustrasi Bukalapak 

Berbeda dengan bisnis konvensional, bisnis startup cenderung memiliki akses pendanaan yang lebih mudah. Pertumbuhannya juga tidak terbatas. 

"Oleh sebab itu, valuasi seperti PBV, EV/EBITDA dan PER seperti di bisnis konvensional bukan sebuah hal yang menjadi perhatian utama," terang analis Trimegah Sekuritas Willinoy Sitorus dalam riset.

Kata Willinoy, kelak kapitalisasi pasar atawa market cap perusahaan startup memiliki kontribusi yang cukup besar untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Dengan perusahaan teknologi yang tercatat di BEI saat ini saja kapitalisasinya sudah sekitar Rp 318 triliun.

Nilai itu setara dengan 3% dari kapitalisasi pasar IHSG. "Jika digabung dengan market cap GoTo dan Bukalapak, kontribusinya bisa mencapai 10%," imbuh Willinoy.

Kontribusi tersebut melebihi kontribusi perusahaan teknologi atau startup di China dan India yang masing-masing sebesar 9% dan 5%.

Namun, kontribusi tersebut belum bisa mengungguli perusahaan teknologi di Amerika Serikat (AS) yang setara 17% dari market cap bursa saham di negara tersebut. (*)

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved