Breaking News:

HUMAN INTEREST

Cerita Nenek Tamah Rindu Rayakan Idul Adha Bersama Keluarga, Kini Tinggal di Panti Jompo

Mendekati Idul Adha, Tamah, penghuni panti jompo binaan Dinsos Tanjungpinang teringat momen idul adha dulu, saat anggota keluarganya masih ada

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Cerita Nenek Tamah Rindu Rayakan Idul Adha Bersama Keluarga, Kini Tinggal di Panti Jompo. Foto Tamah, satu dari sekian lansia, penghuni Rumah Bahagia binaan Dinsos Kota Tanjungpinang 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Siang itu seusai makan, Tamah masuk ke kamarnya untuk mengambil kerudung penutup kepalanya berwarna cokelat muda.

Melangkah keluar dengan pelan, ia segera bergabung bersama teman-teman seusianya di ruang tamu, sembari menikmati tayangan siaran televisi siang.

Usia Tamah memang tak muda lagi. Tubuh Tamah kian renta seiring usianya yang kini telah genap 74 tahun.

Kulitnya pun tampak tak lagi kencang, seperti ia muda dulu.

Indera pendengarannya pun kini mulai terganggu dan tak lagi berfungsi normal.

Baca juga: Bupati Lingga Izinkan Salat Idul Adha Digelar, Nizar Beri Catatan Taat Prokes

Baca juga: Salat Idul Adha Hanya Boleh di Lapangan, Panitia Kurban Wajib Vaksin dan Tes Antigen

Semenjak ditinggal pergi suaminya menghadap Sang Pencipta, Tamah akhirnya menjadi seorang diri.

Tanpa keluarga dan sanak saudara di Tanjungpinang.

Selepas dari situ pula, perangkat Kelurahan membawa Tamah ke panti jompo binaan Dinas Sosial Kota Tanjungpinang untuk mendapat perawatan dan penghidupan yang layak.

Dulu, Tamah merupakan perantau dari Jawa Barat ke Tanjungpinang.

Ia mengadu nasib di Kota Gurindam sejak tahun 1965 dan tinggal di Senggarang. Sedangkan anak semata wayangnya di kampung bersama ibunya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved