Breaking News:

'Gawat Ini Pak, Tak Sanggup Lagi Pakai Tenaga Menggali, Kemarin Ada 8 Jenazah Dikubur'

Udah gawat ini, pak. sudah mengerikan. Kalau begini terus kita tak sanggup lagi pakai tenaga menggalinya. Kemarin saja ada 8 jenazah yang dikubur

Editor: Irfan Azmi Silalahi
Tribunbatam.ID/ARGIANTO
Petugas kamar jenazah RSUD Embung Fatimah dibantu dua pekerja penggali kubur mengenakan alat pelindung diri saat menguburkan pasien 03 Covid-19 Kota Batam di Pemakaman Umum Sei Temiang, Sekupang, Batam, beberapa waktu lalu 

TRIBUNBATAM.id - "Udah gawat ini, pak. sudah mengerikan. Kalau begini terus kita tak sanggup lagi pakai tenaga menggalinya. Kemarin saja ada 8 jenazah yang dikubur."

Kalimat di atas keluar dari mulut Zailani, saat ditemui Tribun Batam di Blok C, tempat pemakamam khusus Covid-19 Sei Temiang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada Kamis (8/7/2021) siang.

Zailani adalah satu dari beberapa petugas di pemakaman khusus korban-korban keganasan Covid-19, virus yang jejaknya pertama kali terdeteksi di Wuhan, China.

"Jujur saja, Pak. Kita sudah gak sanggup. Kerja dari pagi menggali sampai malam, kemarin sampai ada yang dikubur jam 21.00 WIB," ujarnya.

Batam, kota modern di Kepri ini sampai sekarang masih disergap Covid-19 dan merenggut banyak nyawa.

Baca juga: RSKI Galang Batam Rawat 326 Pasien Covid-19, Daya Tampung Kian Menipis

Tribun Batam berkesempatan berbincang dengan Zailani, saksi dari kengerian Covid-19, tentunya dengan protokol kesehatan (prokes).

Zailani menyebutkan dalam sepekan terakhir jumlah mayat Covid-19 yang dimakamkan oleh Yayasan Khairul Umma, selaku pengelola makam di TPU Sei Temiang terus meroket.

Lokasi pemakaman pasien terpapar Covid-19 untuk umat Muslim di Sei Temiang. Satu blok berisi sekitar 60 makam dan terisi penuh hanya dalam waktu 3 hari
Lokasi pemakaman pasien terpapar Covid-19 untuk umat Muslim di Sei Temiang. Satu blok berisi sekitar 60 makam dan terisi penuh hanya dalam waktu 3 hari (TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING)

Menrut Zailani, pihaknya harus menambah jumlah petugas penggali kubur untuk bisa mengejar jumlah liang yang ditempati mayat.

"Kejar-kejaranlah, Pak. Petugas gali kubur kita ada 10 orang, 5 untuk makam umum dan lima untuk makam khusus Covid-19," ucapnya.

Hari itu, di pekuburan khusus Covid-19 ada 5 petugas gali terus membuat liang baru.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved