Breaking News:

Anggota DPRD Batam Minta Puskesmas Dimaksimalkan saat PPKM Darurat

Di balik penerapan PPKM Darurat, anggota DPRD Batam ikut memberi atensi serius perihal kapasitas ruang perawatan pasien di tiap rumah sakit

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUNBATAM.id/ICHWAN NURFADILLAH
Anggota DPRD Batam, Thomas Arihta Sembiring. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Di balik penerapan PPKM Darurat, anggota DPRD Batam ikut memberi atensi serius perihal kapasitas ruang perawatan pasien di tiap rumah sakit.

Hal ini seperti penegasan Anggota DPRD Batam Thomas Arihta Sembiring.

Untuk meminimalisir keluhan warga, Thomas meminta layanan di tiap kecamatan turut dimaksimalkan.

Apalagi masih banyak pasien Covid-19 menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Seperti tiap puskesmas disiapkan layanan mobile, dalam hal ini ambulans. Perangkat RT dan RW juga harus kooperatif dengan berkoordinasi ke Lurah dan dibantu TNI dan Polri," tegas Thomas kepada TRIBUNBATAM.id, Minggu (11/7/2021).

Ia mengatakan, layanan tersebut diberikan dengan tujuan untuk merespons jika terdapat informasi salah seorang warga terkonfirmasi positif Covid-19.

Mengingat, mobilitas orang selama PPKM darurat mulai terbatas.

"Minimal, di ambulans milik Puskesmas itu juga disiapkan rapid antigen. Misalnya positif, langsung dilakukan PCR. Sambil menunggu hasil, diberikan edukasi agar warga itu tak berkeliaran," lanjutnya.

Selain itu, Thomas meminta agar perangkat warga setempat ikut dibekali dengan anggaran komunikasi sehingga koordinasi ke pihak terkait dapat dilakukan maksimal tanpa alasan tertentu.

Pasalnya, perangkat warga menjadi salah satu garda terdepan untuk penanganan Covid-19 selama PPKM darurat.

"Kalau semua pasien langsung lari ke rumah sakit, tentu akan menyebabkan ruang IGD penuh. Di sini, Puskemas ikut mengcover kelebihan kapasitas pasien di rumah sakit," katanya lagi.

Sedangkan untuk alasan kurangnya tenaga medis, Thomas memandang perlu untuk melibatkan para mahasiswa kedokteran dan keperawatan di Kota Batam.

Sebab, perang melawan Covid-19 seolah tak ujung. Pelibatan itu pun menjadi solusi agar kekurangan tenaga medis selama penanganan tak terjadi.

"Berikan mereka insentif. Jadi tak ada alasan untuk minimnya tenaga medis," pungkasnya.(tribunbatam.id/ichwannurfadillah)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved