CORONA KEPRI
1.801 Pasien Covid-19 di Batam Jalani Isolasi Mandiri, Walikota Sebut Mereka Berstatus OTG
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan pasien yang menjalani isolasi mandiri adalah orang yang sehat. Saat ini, 1.801 orang diisolasi mandiri.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri 1.801 orang.
Jumlah ini paling banyak jika dibandingkan dengan pasien yang menjalani isolasi terpadu.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan pasien yang menjalani isolasi mandiri adalah orang yang sehat.
Hanya saja mereka terpapar Covid-19.
"Kriteria untuk orang yang diopname di Rumah Sakit itu pasien yang bergejala sedang dan berat. Yang ringan itulah OTG. Nah OTG itu dirumahkan," ujar Rudi.
Apabila dari OTG statusnya meningkat menjadi sedang, itulah yang dirujuk di Rumah Sakit.
Kendatipun pasien positif Covid-19 diisolasi di rumah, sudah ada tim medis yang mengawasi mereka.
"Mereka akan komunikasi terus setiap harinya dengan dokter," kata Rudi.
Rudi mencontohkan misalnya untuk 1 dokter akan mengawasi 10 orang.
Sehingga kondisi setiap pasien bisa terpantau kesehatannya.
Sementara itu, Rudi tampak membantah kebanyakan pasien yang menjalani isolasi mandiri meninggal dunia.
Lantaran pasien yang isolasi di rumah, adalah pasien yang bergejala ringan.
Sebelumnya diberitakan 14 jenazah pasien Covid-19 dimakamkan dalam sehari di TPU Sei Temiang, Kota Batam, Provinsi Kepri, pada Kamis (8/7/2021) lalu.
Baca juga: PPKM Darurat Berlaku di Batam, Sejumlah Simpang Bakal Disekat hingga Pukul 20.00 Malam
Sejak pagi hingga tengah malam, petugas penggali kubur memburu waktu menyediakan liang lahat untuk jenazah yang datang silih berganti.
Dari data yang dihimpun TRIBUNBATAM.id, jenazah pasien yang dimakamkan lebih banyak dari biasanya.
Bahkan dua petugas penggali makam sampai tumbang akibat kelelahan menjalankan tugasnya itu.
"Selama ini, dalam sehari kami biasa menggali 6 sampai 7 liang lahat untuk jenazah pasien Covid-19," ungkap petugas penggali kubur, beberapa hari lalu.
Epidemiolog sekaligus Kepala Bapelkes Batam, Asep Zaenal Mustofa menilai pemakaman 14 jenazah pasien sehari merupakan angka yang besar di tengah kian meningkat jumlah kasus Covid-19.
Dia kemudian memaparkan data kasus kematian pasien Covid-19 di Batam sejak 1 Juni - 8 Juli 2021.
Hampir setiap hari ada kematian, minimal 2 pasien Covid-19. Hari di mana tidak ada pasien Covid-19 yang meninggal hanya terjadi pada 8, 9 dan 12 Juni.
Isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 di Batam menjadi kekhawatiran baru bagi masyarakat. Pasalnya pengawasan terhadap pasien Isolasi mandiri tersebut tidak semuanya tercover.
Baik oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) maupun Puskesmas di wilayah tempat pasien yang menjalani isolasi mandiri.
Saat ini, sesuai Data Tim Gusus Covid-19, Kota Batam, sebanyak 1.626 orang pasien Covid-19 menjalani isolasi mandiri yang tersebar di Batam.
Hal tersebut sangat mengkhawatirkan masyarakat sekitar. Pasalnya, jika pasien yang isolasi mandiri tak diawasi dengan baik, maka sangat besar kemungkinan pasien tersebut masih melakukam aktifitas.
Bahkan lebih dikahawatirkan lagi pasien isolasi mandiri tetap bersosialisasi dengan lingkungan dan bisa saja masih bekerja.
Ketua Solidaritas Masyarakat Sagulung (SMS) Kota Batam, Mohammad Zainal Arifin mengatakan, pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri sangat besar kemungkinan menjadi penyebar covid-19.
"Jadi ini harus benar-benar diawasi," kata Zainal.
Zainal mengatakan, Sagulung merupakan wilayah padat penduduk di Batam dengan daerah yang paling banyak kaveling. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Corona Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/04062021walikota-batam-hm-rudi.jpg)