Breaking News:

PERBANKAN

Mulai Hari Ini (12/7) Tarik Tunai di ATM Bisa Mencapai Rp 20 Juta

Penyesuaian hanya berlaku bagi kartu debit dan mesin ATM yang telah mengadopsi teknologi chip.

Editor: Rimna Sari Bangun
Mulai Hari Ini (12/7) Tarik Tunai di ATM Bisa Mencapai Rp 20 Juta
ist
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di ATM Link

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Kenaikan batas maksimal penarikan uang tunai di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) mulai berlaku hari ini (12/7/2021) hingga 30 September 2021.

Bank Indonesia (BI) melakukan penyesuaian terkait batas maksimal nominal dana untuk penarikan tunai melalui mesin ATM dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Adapun penyesuaian yang dilakukan oleh bank sentral ialah menaikkan batas maksimal penarikan uang tunai di ATM dari Rp 15 juta menjadi Rp 20 juta per hari untuk satu rekening.

Baca juga: Investasi Emas Makin Mudah: Ikut Arisan Emas di Pegadaian, Simak Syaratnya

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, penyesuaian yang diambil untuk mendukung penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akan mulai dilakukan mulai 12 Juli hingga 30 September 2021.

"(Penyesuaian) dilakukan dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah terkait PPKM Darurat guna menekan laju Covid-19," kata Erwin dalam keterangan tertulis pekan lalu.

Ilustrasi ATm BNI
Ilustrasi ATm BNI (Tribun Batam/ Istimewa)

Erwin menjelaskan, bank sentral akan menaikkan batas maksimal penarikan uang tunai di mesin ATM, dari semula Rp 15 juta per hari menjadi Rp 20 juta per hari untuk satu rekening.

Penyesuaian tersebut hanya berlaku bagi kartu debit dan mesin ATM yang telah mengadopsi teknologi chip.

"Dalam hal ini BI telah menghimbau bank untuk mempublikasikan kepada masyarakat daftar lokasi ATM yang dapat melakukan penarikan tunai dengan limit baru," tutur dia.

Sebagai informasi, untuk batas atas penarikan tunai melalui kartu ATM magnetic stripe tidak mengalami perubahan, atau tetap Rp 10 juta per hari untuk satu rekening.

Selain itu, kebijakan ini dipastikan hanya berlaku sementara, untuk mendukung penekanan lajur penyebaran Covid-19.

“Hanya sementara, sehingga bukan merupakan pergeseran dari dorongan BI ke arah transaksi non-tunai," katanya.

Baca juga: Siswa SMA 2 Bunguran Timur Juara 1 Kompetisi Menulis Capella Honda Kepri

Erwin memastikan, BI terus melakukan koordinasi dan sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait termasuk asosiasi industri dalam menempuh langkah-langkah kolektif untuk melakukan pemantauan, asesmen, pencegahan, dan mitigasi implikasi penyebaran Covid-19.

"BI mengajak masyarakat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan memberlakukan 6M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas, dan menghindari makan bersama," ucap dia. (*)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved