Minggu, 10 Mei 2026

Perusahaan Jepang Charter Pesawat Evakuasi Pekerjanya Keluar dari Indonesia

Perusahaan Jepang memulangkan karyawan dan anggota keluarga karyawan mereka keluar dari Indonesia.

Tayang:
tribunnews
Menteri Sekretaris Kabinet Jepang Katsunobu Kato 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia rupanya mendapat perhatian dari negara lain.

Bahkan beberapa negara menolak maskapai penerbangan Indonesia masuk ke negaranya untuk sementara waktu.

Selain itu para pekerja asing dan ekspaktriat juga ikut khawatir . Ada yang memilih pulang ke negaranya untuk sementara waktu hingga kondisi Indonesia membaik.

Terbaru, sebuah perusahaan swasta Jepang hari Rabu lalu memulangkan karyawan mereka yang bekerja di Indonesia menggunakan pesawa sewaan, di tengah kasus infeksi virus corona (Covid-19) yang melonjak signifikan di Indonesia.

Baca juga: 7 Negara Ini Larang Masuk Penerbangan dari Indonesia

Selain memulangkan karyawan, perusahaan tersebut juga memulangkan anggota keluarga karyawan mereka keluar dari Indonesia.

Okutsu So yang bekerja di kantor perusahaan logistik Jepang di Jakarta mengatakan, akan ada lebih banyak orang yang kembali ke Jepang pada bulan ini sebagai tanggapan atas instruksi dari kantor pusat mereka.

Namun ia mengaku akan tetap tinggal di Indonesia bersama dengan banyak pekerja lainnya yang merupakan satu-satunya ekspatriat Jepang pada masing-masing kantor mereka.

Ia menyatakan, keluarganya sebelumnya juga telah berencana untuk tinggal bersamanya pada bulan depan.

Namun rencana tersebut akhirnya dibatalkan secara tergesa-gesa karena lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia yang semakin tinggi.

Okutsu mengaku  sangat merindukan keluarganya, namun membawa mereka untuk tinggal bersamanya di Indonesia untuk saat ini hanya akan membawa risiko tinggi.

Alasannya fasilitas layanan kesehatan (yankes) di Indonesia kini telah mencapai batas maksimum.

Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia melonjak karena munculnya virus Covid-19 varian B.1.617.2 (Delta) yang kali pertama terdeteksi di India.

Baca juga: Indera Penciuman Hilang karena Covid-19? Begini 3 Cara Mengatasinya

Dikutip dari laman NHK World, Rabu (14/7/2021), Kedutaan Besar Jepang untuk Republik Indonesia mengatakan bahwa sembilan ekspatriat berusia 30 hingga 40-an tahun meninggal pada periode 26 Juni hingga 12 Juli setelah dinyatakan positif tertular Covid-19.

Tanggapan Kedutaan Besar Jepang

Kantor Kedutaan Besar Jepang untuk Republik Indonesia (RI) pun telah memberikan tanggapan terkait adanya pesawat Jepang yang membawa pulang warganya dari Indonesia dan mengenai beredarnya isu rencana pemerintah Jepang.

Kedubes Jepang menjelaskan bahwa adanya penerbangan yang dilakukan pada Rabu pagi waktu setempat merupakan hasil inisiatif dari perusahaan swasta Jepang yang memiliki karyawan bertugas di Indonesia.

Bukan merupakan evakuasi maupun repatriasi yang diinisiasi oleh pemerintah Jepang.

"Penerbangan yang dilakukan tadi pagi terlaksana atas inisiatif dari perusahaan swasta Jepang dan bukan usaha evakuasi maupun repatriasi dari Pemerintah Jepang," kata Kantor Kedubes Jepang, dalam keterangan singkatnya, Rabu (14/7/2021).

Sehingga saat ini pemerintah Jepang belum menyediakan penerbangan untuk memulangkan warganya dari Indonesia.

Menurut Kedubes Jepang, negara di kawasan Asia Timur itu pun sama seperti negara lainnya termasuk Indonesia yang juga tengah memberlakukan kebijakan pembatasan bagi turis maupun warga negara asing yang hendak masuk ke wilayah negaranya.

"Sama halnya dengan Indonesia, dan negara-negara manapun, Jepang juga masih mengadakan pembatasan masuk bagi orang-orang dari luar negeri," jelas Kedubes Jepang.

Pembatasan ini dilakukan tidak hanya untuk menjaga kapasitas pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan di bandara Jepang saja.

Namun juga petugas medis dan fasilitas karantina bagi mereka yang datang dari luar negeri, sehingga dapat beroperasi dengan baik.

Sementara itu, terkait pernyataan resmi yang disampaikan Menteri Sekretaris Kabinet Jepang Katsunobu Kato yang mengatakan bahwa akan ada opsi disiapkannya pesawat sebagai langkah antisipasi, Kedubes Jepang pun mencoba memberikan penjelasan.

Pernyataan yang disampaikan Menseskab Jepang itu adalah terkait bantuan untuk menambah kuota bagi warga Jepang yang ingin pulang.

Bukan untuk melakukan evakuasi maupun repatriasi seluruh warganya dari Indonesia.

"Yang dimaksud dari pernyataan Menteri Sekretaris Kabinet kemarin mengenai bantuan dari Pemerintah Jepang adalah bantuan berupa  penambahan kuota bagi warganya yang akan masuk kembali ke Jepang," kata Kedubes Jepang.

Selain penambahan kuota bagi warganya yang ingin pulang, pemerintah Jepang juga turut menyiapkan kecukupan kapasitas medis dan fasilitas karantina.

Baca juga: Resep Kopi ala Kafe, Bisa Temani Kerja WFH Selama PPKM

Ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan fasilitas kesehatan termasuk karantina saat mereka kembali pulang ke Jepang.

"Juga sambil menjaga kapasitas medis dan fasilitas karantina, serta hal-hal lain pendukung laiinya agar dapat beroperasi dengan baik dalam menerima kepulangan mereka," pungkas Kedubes Jepang.

Dikutip dari laman Nikkei Asia, Rabu (14/7/2021), Menseskab Jepang Katsunobu Kato mengatakan bahwa pihaknya tengah mencoba mengambil tindakan untuk memulangkan warganya dari Indonesia.

"Untuk melindungi warga Jepang, kami telah memutuskan untuk mengambil tindakan sehingga orang Jepang yang ingin pulang, dapat kembali ke Jepang sesegera mungkin dan sebanyak mungkin orang," kata Kato.

Beberapa warga Jepang yang ditarik pulang dari Indonesia, kata dia, akan menggunakan maskapai Jepang dan berangkat pada Rabu ini.

Ia pun tidak memungkiri bahwa pemerintahnya akan melakukan opsi tersebut jika ada permintaan dari warga Jepang yang ada di Indonesia.

"Setelah itu kami berencana untuk melakukan upaya serupa jika ada permintaan dari warga Jepang (di Indonesia)," jelas Kato. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved