Breaking News:

NATUNA TERKINI

Cuaca Ekstrem di Natuna, Syahbandar Ranai Larang Kapal Berlayar

Kepala Syahbandar Ranai, Liber Fery Hutahayan mengatakan, sejak tanggal 14-16 Juli 2021, pihaknya mengeluarkan larangan berlayar di perairan Natuna

Penulis: Kontributor Natuna | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Wina
Cuaca Ekstrem di Natuna, Syahbandar Ranai Larang Kapal Berlayar. Foto Kepala Syahbandar Ranai Liber Fery Hutahayan 

Laporan Kontributor TribunBatam.id di Natuna, Wina

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Cuaca ekstrem yang melanda perairan Natuna Utara sejak Rabu (14/7/2021) lalu, membuat otoritas pelayaran dan perairan mengeluarkan kebijakan pelayaran baru.

Kepala Syahbandar Ranai, Liber Fery Hutahayan mengatakan, sejak tanggal 14-16 Juli 2021, pihaknya mengeluarkan larangan berlayar untuk jenis armada kapal yang beroperasi di wilayah perairan Natuna.

Larangan ini dikeluarkan karena kondisi alam sedang tidak bersahabat dengan ketinggian gelombang berkisar antara 4-6 meter.

" Ya betul, kita mengacu pada rekomendasi BMKG mengenai kondisi cuaca. Gelombang terlalu tinggi untuk pelayaran," ujar Liber di tempat kerjanya, Kamis (15/7/2021).

Ia mengaku belum dapat memprediksi apakah setelah tanggal 16 Juli aturan larangan pelayaran ini akan dilanjutkan atau tidak.

Baca juga: Kantor RRI Ranai Natuna Rusak Akibat Dihantam Angin Kencang disertai Hujan

"Kita lihat setelah ini, apakah BMKG akan mengeluarkan rekomendasi peringatan dini cuaca buruk lagi," tambahnya.

Kapal Perintis yang masuk ke Pelabuhan Natuna
Kapal Perintis yang masuk ke Pelabuhan Natuna (tribunbatam.id/Wina)

Mengenai sebagian kapal yang dikabarkan sedang berlayar menuju Natuna, Liber mengakui bahwa itu di luar kewenangannya sebagai Kepala Syahbandar Ranai. Karena hal tersebut tergantung Syahbandar dan Kepala Satuan Operasional Pelabuhan (KSOP) asal kapal berangkat berlayar.

"Tapi kalau kapalnya sudah sampai di Ranai, terus cuaca masih dalam keadaan seperti ini tetap saya tidak izinkan berlayar. Saya tidak mau ambil risiko, meskipun menurut keterangan mereka gelombang saat mereka memulai berlayar normal, tapi kita di sini tidak normal," tegas Liber.

Ia berharap agar kebijakan yang dikeluarkan oleh Syahbandar ini dapat dimaklumi oleh semua pihak, terutama nelayan dan calon penumpang kapal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved