Senin, 18 Mei 2026

NEWS WEBILOG TRIBUN BATAM

Wawancara Eksklusif Anggota DPRD Batam Lik Khai, Pernah Berjuang Lawan Covid-19

Pengalaman jadi pasien covid-19 pernah dirasakan Lik Khai, anggota DPRD Batam. Saat itu kondisinya parah, ia juga merasakan hampir mati kena covid-19

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi
Wawancara Eksklusif Anggota DPRD Batam Lik Khai, Pernah Berjuang Lawan Covid-19. Foto Sekretaris Komisi I DPRD Batam Lik Khai 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Ada pengalaman berharga datang dari seorang legislator di Kota Batam.

Ia sempat merasa akan meninggal dunia saat terpapar covid-19.

Untungnya saat itu ia bisa bertahan dan berhasil sembuh melawan covid-19 yang menyerang saluran pernapasannya.

Ia membagikan pengalamannya bertahan hidup saat terpapar covid-19 dalam program News Webilog Tribun Batam edisi Rabu, 14 Juli 2021.

Simak wawancara eksklusif wartawan Tribun Batam bersama Lik Khai, Sekertaris Komisi l DPRD Batam dari Fraksi Nasdem.

Baca juga: Seorang Pasien Covid-19 di Anambas Meninggal, 3 Hari Kasus Baru Tambah 39 Orang

Baca juga: Covid-19 di Kepri Tambah 500 Orang Per Hari Selama PPKM Darurat Batam & Tanjungpinang

Tribun Batam: TB, Lik Khai: LK

TB: Apa kabarnya bang?

LK: Kabar sehat bang (sambil tertawa)

TB: Bagaimana cerita awal mula terpapar Covid-19?

LK: Pada saat itu saat menghadiri acara pernikahan. Memang saat itu istri saya melarang, takut kena Covid. Tapi kenapa saya tetap pergi, yang nikah itu anak dari teman baik saya.

Besok setelah pergi ke acara nikah, saya mengalami batuk-batuk. Badan panas tidak tinggi. Beberapa kali saya lakukan rapid, antigen hingga swab hasilnya negatif.

TB: Lalu bagaimana selanjutnya?

LK: Nah semakin hari penciuman saya semakin berkurang. Nafsu makan saya juga turun drastis, hingga berat badan saya turun 11 kilogram.

Tepat pada 24 November lalu saya tes swab lagi, dan pada esok harinya hasil keluar hasil positif covid-19.

TB: Setelah dinyatakan positif, apakah langsung dilakukan perawatan di rumah sakit.

LK: Karena kondisi badan sangat drop dan umur saya juga 56 tahun, dokter anjurkan saya dirawat di rumah sakit. Saya dirawat di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Kota Batam.

TB: Bagaimana kondisi saat sudah dirawat di rumah sakit?

LK: Makin parah saat itu, saya sudah pakai kursi roda, dan alat pernapasan ventilator harus saya kenakan selalu. Itulah pikiran saat itu hampir mau tewas saya.

Namun hati saya juga berontak, seakan mengatakan bahwa saya tak boleh mati karena Covid. Anak saya yang masih kecil butuh seorang ayah.

TB: Lantas bagaimana cara abang melawan penyakit itu?

LK: Saat itu dokter-dokter yang sangat luar biasa di RS. Budi Kemulian itu menyampaikan kepada saya, obat paling ampuh sembuh dari Covid adalah semangat. Jangan stres, harus yakin bisa sembuh, dan jangan lupa untuk makan teratur dan rajin berolahraga.

TB: Apa yang abang lakukan di RS selama perawatan?

LK: Sesuai motivasi yang diberikan dokter saya ikuti semua, olahraga rutin, jemur juga paling saya sering lakukan.

TB: Berapa lama berarti waktu hingga abang dinyatakan negatif dan sembuh dari Covid-19?

LK: Dari awal dinyatakan positif adalah sekitar sebulan juga hingga akhirnya saya sembuh dan hasil swab saya negatif Covid-19.

TB: Apa tanggapan abang terkait perjuangan tenaga kesehatan?

LK: Oh iya ini penting saya sampaikan, bahwa sangat luar biasa tenaga kesehatan yang berjuang merawat pasien covid.

Mereka juga seakan lupa akan bahaya pada diri sendiri. Makanya kalau insentif nakes lambat dikeluarkan saya ikut prihatin sekali.

TB: Pesan apa yang mau disampaikan kepada masyarakat bang?

LK: Pesan saya khusus bagi saudara-saudari yang sedang menjalani perawatan. Ingat jangan ngedrop, tetap semangat, obat covid itu paling utama jangan stres.

Lalu selalu terapkan dengan berjemur pagi dan sore hari, olahraga sampai keringat, dan makan teratur. Olahraga tak perlu yang mewah dan ramai-ramai. Cukup sendiri saja.

Kenapa saya posting di media sosial atas apa yang saya alami waktu itu baru sekarang? Saya hanya sedih saja, ada 3 sahabat saya yang meninggal dalam sehari akibat Covid.
Saya mau berikan pengalaman, kalau yang meninggal kebanyakan sudah ngedrop duluan. Makanya saya ajak untuk tetap semangat, dan bagi masyarakat silakan selalu terapkan protokol kesehatan, berjemur itu sangat penting manfaatnya.

(Tribunbatam.id/endrakaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Corona Kepri

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved