Sabtu, 30 Mei 2026

TRIBUN WIKI

Biodata Mardani Hamdan, Satpol PP Gowa yang Pukul Wanita Hamil Dikenal Akrab Berorganisasi

Inilah biodata Mardani Hamdan, Satpol PP Gowa yang memukul wanita hamil pemilik kafe.

Tayang: | Diperbarui:
ISTIMEWA
SOSOK - Biodata Mardani Hamdan Satpol PP Gowa. FOTO: KOLASE 

TRIBUNBATAM.id - Nama Mardani Hamdan kini tengah banyak diperbincangkan usai insiden pemukulan pada wanita hamil di Gowa, Rabu (14/7/2021).

Mardani Hamdan atau yang akrab disapa Dhani adalah Sekretaris Satpol PP Gowa, Sulawesi Selatan.

Awalnya, Mardani Hamdan bersama Satpol PP Gowa melakukan razia PPKM Darurat di salah satu kafe yang masih buka saat malam hari.

Mardani Hamdan pun meminta pemilik kafe memperlihatkan surat izin usahanya.

Namun, karena keadaan kian panas, Mardani Hamdan emosi dan memukul pasangan suami istri pemilik kafe tersebut.

Kini, Mardani Hamdan harus menghadapi jalur hukum karena dilaporkan ke polisi oleh pemilik kafe.

Lantas, siapa sebenarnya Mardani Hamdan?

Profil dan biodata Mardani Hamdan

Mardani Hamdan adalah Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gowa, Sulawesi Selatan.

Dia memiliki latar belakang pendidikan di bidang ekonomi.

Mardani Hamdan lulus S1 ekonomi dan melanjutkan pendidikan S2 dengan jurusan manajemen.

Dia termasuk aktif dalam berorganisasi.

Mardani Hamdan pernah menjadi wakil ketua untuk suatu koordinator Muhammadiyah di Gowa.

Selain itu, dia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris PMI Kabupaten Gowa dan menajadi Sekretaris Satpol PP Kabupaten Gowa.

Mardani Hamdan cukup aktif di media sosial.

Dia memiliki akun Instagram bernama @m.sijaya.

Adapun untuk akun Facebooknya menggunakan username yang sama dengan nama aslinya, yakni Mardani Hamdan.

Berikutnya untuk nama username Twitter ialah @MardaniJaya.

Dikenal alim

Mardani Hamdan dikenal sebagai sosok yang cukup alim.

Ayah dua anak ini kerap membagikan foto kegiatannya di akun media sosialnya.

Dia sering kali berpenampilan rapi dengan peci dan baju koko.

Selain itu, dia juga gemar membagikan foto di masjid atau tempat ibadah.

Postingannya itu sering kali menuai komentar positif.

Tak jarang, dia juga membagikan status yang bernada Islami.

Kebanyakan kenalan dan rekannya di media sosial menyebutnya sebagai pria soleh.

Kini, setelah kasus pemukulan terhadap wanita hamil di Gowa viral, Mardani Hamdan pun panen hujatan dari warganet.

Buntut kasus pemukulan

Kejadian oknum Satpol PP Gowa pukul wanita hamil berbuntut panjang.

Ivan, pemilik warkop yang juga dipukul, bahkan tak menerima permintaan maaf dari Satpol PP Gowa.

Oknum Satpol PP Gowa terekam kamera memukul pasangan suami istri pemilik warkop di Panciro, Kecamatan Bajeng, Gowa, Sulawesi Selatan.

Kepada Satpol PP, Ivan berteriak memperingatkan bahwa sang istri sedang hamil.

Meski begitu, oknum Satpol PP Gowa tersebut tetap memukul Ivan dan istrinya, Riyana.

Kasatpol PP Gowa, Alumuddin Tiro sudah meminta maaf atas kejadian ini.

"Atas nama kepala satuan Pramong Praja, izinkan saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya khususnya korban dan seluruh masyarakat," ujarnya seperti dikutip TribunnewsBogor.com dari Tribun Timur.

Alimuddin menerangkan oknum Satpol PP Gowa yang memukul wanita hamil bernama Mardani Hamdan.

Mardani menjabat sebagai Sekretaris Satpol PP Gowa.

Menurutnya, Mardani akan segera diperiksa oleh Penyidik PNS Satpol PP Gowa.

"Rencana pemeriksaannya paling cepat besok dan paling lambat lusa," katanya.

Pantauan TribunnewsBogor.com, di akun Instagramnya, Mardani juga sudah menulis permintaan maaf.

Mardani menulis permintaan maaf lewat keterangan profilnya.

"Saya mohon maaf atas perbuatan saya," tulis dalam info di profil Instagram.

Mardani juga sempat memposting capture berita soal permintaan maaaf Satpol PP Gowa.

Tak berselang lama, Mardani memposting foto sedang berbaring, seperti sedang donor darah.

"Jadi orang baik rezeki gak banyak, tapi ada aja," tulisnya dalam keterangan.

Sedangkan Ivan, suami Riyana, rupanya belum bisa memaafkan Mardani.

Ivan bahkan tegas menolak permintaan maaf dari Satpol PP Gowa.

"Saya tidak bakalan menerima permintaan maaf, karena betul-betul istri saya histeris, syok berat sampai-samapi dilarikan ke rumah sakit," kata Ivan seperti dikutip dari akun Youtube tvOnenews.

Setelah kejadian pemukulan tersebut, Ivan mengaku mengalami tekanan berat.

"Betul-betul tekanan anak-anaka saya di rumah, dan orang tua istri saya di rumah serangan jantung, dia ada penyakit jantung, baru kemarin kami bawa ke rumah sakit,

jadi tidak ada permintaan maaf," kata Ivan.

Kasat Resrik Polres Gowa AKP Jufri Natsir menerangkan atas laporan Ivan dan Riyana pihak kepolisian telah memeriksa delapan orang saksi.

"Kami sudah menerima laporan Polisi, adanya laporan itu dari tadi malam sampai sekarang kami atensi melakukan pemeriksaan saksi-saksi,

sampai saat ini dia (Ivan) belum terima dengan adanya kejadian semalam di kafenya yang dilakukan oknum satpol pp,

sehingga kami menindaklanjuti dengan memeriksa saksi sebanyak 8 orang.

dan malam ini juga setelah rampung kami akan gelar perkara untuk ditingkatkan naik sidik," kata AKP Jufri Natsir.

Diberitakan sebelumnya, Tim PPKM Darurat mendatangi warkop tersebut karena mendengar suara musik yang cukup keras.

Warkop tersebut merupakan milik Ivan dan istrinya, Riyana.

Dari postingan akun Facebook Ivan Van Houten, tampak seorang oknum Satpol PP Gowa masuk ke dalam warkop.

"Mana surat izin ini kafe saya mau lihat," kata seorang petuga Satpol PP.

Ia tampak menghampiri seorang wanita berdaster yang duduk di sofa.

Wanita itu lalu menegaskan ia sudah memiliki izin usaha.

Namun entah mengapa, Satpol PP Gowa itu menjadi emosi.

"Pelan-pelan pak, orang lagi hamil pak, santai pak," kata Ivan.

Oknum Satpol PP Gowa itu terlihat langsung memukul Ivan.

Tak terima tindakan itu, istri Ivan yang duduk tadi langsung berdiri.

Ia berteriak sembari melempar kursi ke arah oknum Satpol PP Gowa

Oknum Satpol PP Gowa tersebut lalu membalas dengan pukulan.

Oknum Satpol PP Gowa itu terlihat ditenangkan oleh petugas lain.

Riyana lewat live Facebook menerangkan kronologi kejadiannya.

Ia mengatakan saat kejadian memang sedang duduk.

"Saya duduk di sana, dia tinju, saya berdiri saat dia pukul suami, baru saya mengamuk, saya juga dipukul dihantam, ditonjok," kata Riyana dikutip TribunnewsBogor.com dari live Facebooknya.

Riyana tak terima ketika melihat suaminya dipukul oknum Satpol PP Gowa.

"Dia pukul suami saya, otomatis saya maju dong," katanya.

Akibat tindakan Satpol PP Gowa itu, Riyanan mengkhawatirkan kondisi kandungannya.

"Ada yang keluar, air ketuban atau apa yah," kata Riyana. (***)

(*)

Berita lain tentang TRIBUN WIKI

Baca berita terbaru lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved