Jumat, 1 Mei 2026

Kasus Covid-19 Indonesia Lampaui India, Pecah Rekor Sudah Ada 56.757 Kasus

Kasus positif Covid-19 kini menyergap Indonesia dengan kasus positif melesat dan memecahkan rekor baru berturut-turut selama beberapa hari terakhir

Tayang:
WORLDOMETERS
COVID-19 - Penambahan kasus Covid-19 Indonesia nomor 1 dunia. FOTO: DATA WORLDOMETERS 

TRIBUNBATAM.id - Covid-19 kini menyergap Indonesia dengan kasus positif memecahkan rekor berturut-turut selama beberapa hari terakhir.

Pada Kamis (15/7/2021) kasus positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 56.757 kasus, naik dari hari sebelumnya, Rabu (14/7/2021) yang tercatat sebanyak 54.517 kasus.

Dengan penambahan kasus positif sebanyak 56.757, total kasus positif Covid-19 menjadi 2.726.803 kasus.

Sementara itu untuk kasus sembuh harian meningkat sebanyak 19.049 kasus.

Total, kasus sembuh dari Covid-19 sebanyak 2.176.412 kasus.

Sedangkan untuk kasus meninggal terdapat penambahan sebanyak 982 kasus. Total kasus meninggal akibat Covid-19 di Indonesia sejak Maret 2020 sebanyak 70.192 kasus.

Untuk angka vaksinasi total masyarakat Indonesia yang telah divaksinasi hingga Kamis, 15 Juli 2021 yaitu sebanyak 39.628.149 orang untuk vaksinasi ke-1, dan sebanyak 15.810.099 kasus untuk vaksinasi ke-2.

Baca juga: Menteri Luhut Tak Menduga Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia Sangat Cepat

Meski sudah terlaksananya vaksinasi Covid-19, pemerintah tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker dan rajin mencuci tangan.

Pemerintah pun mengimbau agar masyarakat menjauhi kerumunan.

Kasus aktif melesat

Kasus Covid-19 melesat di Indonesia dan melebihi angka 40 ribu dua hari berturut-turut.

Jumlah itu menyalip India yang jadi sarang atau episentrum pandemi Covid-19 varian Delta di Asia.

Lebih mengkhawatirkan, dari 270 juta penduduk yang hanya seperlima dari India, Indonesia mencatat sekitar 132 kasus per satu juta orang.

COVID-19 - Penambahan kasus Covid-19 Indonesia nomor 1 dunia. FOTO: DATA WORLDOMETERS
COVID-19 - Penambahan kasus Covid-19 Indonesia nomor 1 dunia. FOTO: DATA WORLDOMETERS (WORLDOMETERS)

Angka-angka tersebut tidak termasuk memperhitungkan catatan pengujian dan tracing yang buruk.

Pada Selasa (13/7/2021) Indonesia melaporkan 47.899 infeksi baru, sekaligus jadi rekor tertinggi yang naik dari 40.427 pada hari sebelumnya.

Sementara di India, kasus malah turun menjadi 32.906, dari yang sebelumnya 37.154 kasus.

Tingkat kepositifan kasus negara Asia Tenggara ini, yang mengacu pada persentase infeksi yang dikonfirmasi dengan orang yang diuji, berkisar sekitar 30 persen selama sepekan terakhir.

Sedangkan di Negeri Anak Benua, India, hanya 2 persen.

Para pejabat Indonesia, dilansir Nikkei Asia, sudah memperingatkan bahwa varian Delta menyebar di luar Jawa.

Secara kumulatif, penghitungan virus corona India yang dikonfirmasi, masih yang tertinggi di Asia dengan 30,9 juta kasus dan 410.784 kematian pada Selasa.

Baca juga: Indonesia Peringkat 1 Dunia Penambahan Kasus Baru Covid-19, Kini Lampaui India

Diikuti Indonesia dengan 2.615.529 kasus dan 68.219 kematian.

Meski begitu, angka kasus di India terus turun dari puncaknya pada Mei.

Sementara wabah terburuk di Indonesia sejak awal pandemi, belum menunjukkan tanda-tanda melambat.

Menteri Kesehatan Indonesia Budi Sadikin mengatakan bahwa tingkat hunian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di 12 provinsi telah melampaui 70 persen.

Setengahnya berada di Jawa dan sisanya di pulau-pulau besar Indonesia lainnya.

Di Jakarta, tingkat hunian mendekati 90 persen, meskipun baru-baru ini beberapa fasilitas diubah menjadi rumah sakit khusus pasien corona.

Baca juga: 7 Negara Ini Larang Masuk Penerbangan dari Indonesia

Sadikin mengatakan, pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan skenario hadapi peningkatan kasus sampai 30 persen selama dua minggu ke depan.

Langkah yang dilakukan termasuk mengubah lebih banyak tempat tidur rumah sakit biasa, menjadi fasilitas perawatan untuk Covid-19.

Dilansir dari Kompas.com, pemerintah Indonesia pada awal tahun ini, menetapkan 30 persen dari 400.000 tempat tidur rumah sakit secara nasional untuk perawatan Covid-19.

Tapi semuanya cepat terisi setelah mudik dan liburan Idul Fitri pada bulan Mei, ketika varian delta yang lebih menular menyebar ke seluruh negeri.

"Secara nasional masih ada tempat tidur, tetapi kasus di beberapa provinsi sudah sangat tinggi karena wabah varian delta yang tidak merata," ujar Sadikin.

.

.

.

Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

(*/ TRIBUNBATAM.id/ Kompas.com/KompasTV)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved