Breaking News:

Kenapa Cuma Menlu yang Boleh ke Luar Negeri Selama PPKM Darurat?

Selama PPKM Darurat Menteri kabinet Joko Widodo dilarang bepergian ke luar negeri, kecuali Menlu

Editor: Aminudin
Tribunnews/Republika
Presiden Jokowi 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk para menteri dan kepala lembaga, selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat para menteri dan kepala lembaga jangan bepergian ke luar negeri.

Cuma satu yang diperbolehkan, yakni Menteri Luar Negeri'> Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Sebelum pesan tersebut dikeluarkan oleh Jokowi, sejumlah menteri diketahui melakukan perjalanan ke luar negeri.

Di antaranya, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi; Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia; Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto; dan Menteri Bappenas, Suharso Manoarfa.

Terkait keberadaan Menhan, Prabowo Subianto di luar negeri beberapa waktu lalu, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara mengenai larangan Jokowi tersebut.

Baca juga: Perpanjangan PPKM Darurat Banyak Risiko, Ini 2 Perintah Jokowi ke Risma dan Budi Gunadi

Menurutnya, Prabowo bepergian ke luar negeri dalam rangka menjalankan tugas selaku Menteri Pertahanan.

"Nggak ada masalah, kan pak Prabowo itu kan dalam rangka tugas yang berhubungan dengan pertahanan," ujar Dasco, seperti dilansir Tribunnews.com berjudul Jokowi Larang Menteri Keluar Negeri Selama PPKM, Gerindra: Pak Prabowo dalam Rangka Tugas, Jumat (16/7/2021).

Wakil Ketua DPR RI itu juga menyebut setiap Prabowo bepergian ke luar negeri pasti melapor dahulu kepada Jokowi.

Ataupun justru diminta atau ditugaskan oleh Presiden untuk bepergian ke luar negeri.

"Dan setiap berangkat (Prabowo Subianto) lapor kepada Presiden atau diminta Presiden berangkat, kan gitu? Diperintahkan Presiden ya berangkat," kata dia.

Dengan adanya larangan dari Presiden Jokowi, Dasco menyebut Ketua Umum Partai Gerindra itu tentu akan mengikuti perintah tersebut.

Nama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

"Nah jadi kalau memang sudah ada larangan begini, ya tentunya kan Pak Prabowo akan mengikuti apa yang disampaikan. Kecuali ada hal yang mendesak kemudian disuruh berangkat ya berangkat," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran kabinetnya untuk memiliki sense of crisis selama darurat Covid-19.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved