Breaking News:

INFO CUACA

Tiga Hari ke Depan, Cuaca Tanjungpinang dan Bintan Diprediksi Bakal Berawan dan Berpeluang Hujan

BMKG Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memprakirakan cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepri tiga hari ke depan.

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Tri Indaryani
DOK TRIBUNWOW
BMKG Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memprakirakan cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepri tiga hari ke depan. Ilustrasi 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memprakirakan cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) untuk tiga hari ke depan. 

Analisis dinamika suhu muka laut (Sea Surface Temperature atau SST) per tanggal 15 Juli 2021 disekitar perairan Kepulauan Riau khususnya di perairan Pulau Bintan umumnya masih dalam kondisi yang hangat berkisar antara 29°C s.d 30°C dan anomali SST di wilayah perairan Kepulauan Riau cenderung bersifat netral ke positif yang bernilai antara 0.0 s.d.+1.0°C.

"Indeks ENSO terupdate sebesar -0.14 dan dalam kondisi netral, dan diprakirakan kondisi netral ini akan berlangsung hingga Desember 2021. Sehingga secara umum tidak memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Khalid Fikri Nugraha Isnoor, Sabtu (17/7/2021).

Selain itu, lanjutnya, Indeks Dipole Mode (DMI) sebesar -0.46 yang menunjukkan kondisi negatif, dan diprakirakan akan kembali netral dan berlangsung hingga Desember 2021. Sehingga cukup berpengaruh terhadap penambahan massa udara dari barat Samudera Hindia ke timur Samudera Hindia seperti Indonesia dan Australia.

Analisis per tanggal 15 Juli 2021 menunjukkan MJO tidak aktif yang mengindikasikan kurang berpengaruh terhadap distribusi awan-awan penghasil hujan di Indonesia, terutama di wilayah Kepulauan Riau yang dekat dengan Samudera Hindia bagian Timur.

Baca juga: PPKM Darurat Batam Tinggal 3 Hari Lagi, Amsakar: Kami Minta Maaf, Terimakasih Banyak Pasien Sembuh

"Angin Monsun Australia diprakirakan masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan aliran massa udara di wilayah Indonesia bagian selatan equator umumnya didominasi angin timuran. Pola siklonal diprediksi terbentuk di 
wilayah barat Sumatera dan Kalimantan bagian barat," terangnya.

Prakiraan dasarian I hingga III Juli 2021, kelembapan udara relatif (relative humidity) pada lapisan permukaan umumnya di atas 80%. Kelembapan udara relatif pada lapisan 850 mb umumnya diprediksi berkisar antara 55 - 90%. Kelembapan udara relatif pada lapisan 700mb umumnya diprediksi antara 30 – 90%.

"Untuk peringatan dini yang harus diwaspadai terjadinya hujan sedang-lebat secara tiba-tiba yang dapat disertai petir dan angin kencang akibat munculnya awan Cumulonimbus," ungkapnya.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer pengaruh fenomena cuaca skala global (ENSO) dan MJO tidak berpengaruh, sedangkan IOD cukup memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas konvektif di wilayah Indonesia bagian barat. 

Nilai SST yang hangat dengan nilai anomali SST berada dikisaran netral ke positif menunjukkan aktivitas penguapan yang cukup untuk menyuplai uap air ke atmosfer, sehingga dapat mendukung terbentuknya awan-awan konvektif di sekitar wilayah Pulau Bintan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved