Selasa, 5 Mei 2026

BERITA CHINA

AS Kirim Pesan 'Paling Digdaya' ke China, Kirim 2 Lusin Jet Tempur Paling Canggih ke Pasifik

AS memberi pesan ke China bahwa mereka paling digdaya dengan menurunkan jet tempur paling canggih di dunia pada latihan di Pasifik barat bulan ini

Tayang:
Dassault
Jet tempur Dassault Rafale. AS Kirim Pesan 'Paling Digdaya' ke China, Kirim 2 Lusin Jet Tempur Paling Canggih ke Pasifik 

TRIBUNBATAM.id - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China terus membara di dua titik api.

Laut China Selatan dan Taiwan, menjadi pusat masalah dua negara super power tersebut.

AS pun memberi pesan ke China bahwa mereka digdaya dengan menurunkan jet tempur paling canggih di dunia.

Angkatan Udara AS mengirim lebih dari dua lusin pesawat tempur siluman F-22 ke latihan di Pasifik barat bulan ini.

Pacific Air Forces di Hawaii pekan ini mengatakan, sekitar 25 unit F-22 Raptors dari Hawaii Air National Guard dan Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska akan segera dikerahkan.

Bulan ini, semua armada akan dikirim ke pulau Guam dan Tinian untuk Operasi Pacific Iron 2021.

Jet tempur F-22
Jet tempur F-22 (Google)

"Kami tidak pernah mengerahkan Raptor sebanyak ini untuk dikerahkan bersama di wilayah operasi Angkatan Udara Pasifik," kata Jenderal Ken Wilsbach, komandan Angkatan Udara Pasifik.

F-22 adalah jet tempur generasi kelima, dan disebut pesawat tempur paling canggih di dunia.

Pesawat ini menggabungkan teknologi siluman dan menghubungkan sistem sensor on-board, dengan sistem informasi off-board.

Baca juga: Kehebatan Israel, Buka Skuadron Ketiga Jet Tempur Siluman F-35, Istimewa Satu-satunya di Dunia

Dilansir dari Kompas.com, keduanya berfungsi untuk memberikan pilot pandangan rinci tentang ruang pertempuran.

Penyebaran sejumlah besar F-22 untuk latihan ini, disebut ingin mengirimkan pesan langsung ke China.

Saat ini, ketegangan hubungan terjadi di atas titik api Pasifik, seperti Taiwan dan Laut China Selatan.

Carl Schuster, seorang analis pertahanan yang berbasis di Hawaii dan mantan direktur operasi di Pusat Intelijen Gabungan Komando Pasifik AS menyebut, biasanya pengerahan F-22 secara normal terdiri dari enam hingga 12 pesawat.

Pengerahan pasukan sebanyak itu, menurutnya sangat jelas, yakni untuk menyampaikan pesan ke China.

.

.

.

Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved