Jumat, 24 April 2026

DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik: Yesus Harapan Segala Bangsa

DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Sabtu, 17 Juli 2021 mengajak seluruh seluruh umat Katolik untuk mengandalkan Tuhan (Yesus).

Penulis: Thom Limahekin | Editor: Thom Limahekin
ISTIMEWA
LUKISAN - Yesus menginginkan dirimu 

Editor: Thomm Limahekin

TRIBUNBATAM.id, BATAM – DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Sabtu, 17 Juli 2021 mengajak seluruh seluruh umat Katolik untuk mengandalkan Tuhan (Yesus).

Dalam bacaan pertama, Kita Keluaran mengisahkan bagaimana orang-orang Israel bisa keluar dari Raamses ke Sukot tanpa diketahui oleh orang-orang Mesir.

Sebab, Allah Israel hadir dan berada di tengah-tengah mereka.

Sedangkan dalam bacaan injil, Matius menampilkan kisah orang-orang Farisi yang berencana membunuh Yesus.

Namun, Yesus sendiri sudah mengatahui rencana mereka dan karena itu berusaha untuk menyingkir dari mereka.

Bacaan-bacaan suci ini menjadi sumber inspirasi bagi RP Lukas Gewa Tiala, SVD untuk mengajak seluruh umat Katoli meyakini bahwa ‘Yesus Harapan Segala Bangsa’.

Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Kamis, 15 Juli 2021: Enaklah Kuk Yang Tuhan Yesus Pasang

PATER LUKAS - RP Lukas Gewa Tiala, SVD.
PATER LUKAS - RP Lukas Gewa Tiala, SVD. (ISTIMEWA)

Bacaan Pertama: Kel 12:37-42

Malam itulah Tuhan membawa umat Israel keluar dari tanah Mesir.

Pembacaan dari Kitab Keluaran:

Pada waktu itu berangkatlah orang-orang Israel dari Raamses ke Sukot. Mereka berjumlah kira-kira enam ratus ribu orang laki-laki berjalan kaki, tidak termasuk anak-anak.

Juga banyak orang dari berbagai bangsa turut dengan mereka, lagi sangat banyak kambing domba dan lembu sapi.

Adonan yang dibawa mereka dari Mesir dibakar menjadi roti bundar tak beragi.

Adonan itu tidak diragi karena mereka diusir dari Mesir, sehingga tidak dapat berlambat-lambat, dan mereka tidak menyediakan bekal bagi dirinya.

Orang Israel tinggal di Mesir selama empat ratus tiga puluh tahun. Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan Tuhan dari tanah Mesir.

Malam itulah malam berjaga-jaga bagi Tuhan, untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Dan itu pun malam berjaga-jaga bagi semua orang Israel, turun-temurun, untuk kemuliaan Tuhan.

Demikianlah sabda Tuhan.

Syukur kepada Allah.

Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Selasa, 18 Mei 2021: ‘Yesus Berdoa Untuk Para Murid-Nya’

LUKISAN - Malam perjamuan terakhir antara Yesus dan para murid-Nya. Yesus basuh kaki para murid.
LUKISAN - Malam perjamuan terakhir antara Yesus dan para murid-Nya. Yesus basuh kaki para murid. (ISTIMEWA)

Bacaan Injil: Mat  12:14-21

Dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah sabda yang telah disampaikan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Sekali peristiwa orang-orang Farisi bersekongkol untuk membunuh Yesus. Tetapi Yesus tahu maksud mereka, lalu menyingkir dari sana.

Banyak orang mengikuti Dia, dan Ia menyembuhkan mereka semua. Dengan keras Ia melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah sabda yang telah disampaikan oleh nabi Yesaya,

"Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan. Roh-Ku akan Kucurahkan atas Dia, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada sekalian bangsa.

Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak, suara-Nya tidak terdengar di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya,

dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Kepada-Nyalah semua bangsa akan berharap."

Demikianlah Injil Tuhan.

Terpujilah Kristus.

Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik Kamis, 20 Mei 2021: ‘Yesus Selau Berdoa Buatmu’

ILUSTRASI - Yesus menampakkan Diri kepada Tomas 2
ILUSTRASI - Yesus menampakkan Diri kepada Tomas 2 (ISTIMEWA)

Renungan

‘Yesus Harapan Segala Bangsa’

Saudara dan saudariku seiman dalam Tuhan Yesus, semoga anda semuanya dalam keadaan yang sehat walafiat, tak kurang satu apapun dan selalu dalam lindungan kasih Tuhan.

Buat yang sakit, dalam Nama Tuhan Yesus, anda sembuh. Senang berjumpa kembali dengan anda dalam permenungan harian sabda Tuhan, Embun Sabda, edisi Sabtu, 17 Juli 2021.

Saya ajak anda merenungkan: Yesus adalah Harapan Segala Bangsa. Saudara dan saudariku seiman, bagaimana kita mencapai kesuksesan dan kemenangan dalam hidup kita? 

Dalam kehidupan setiap orang ada saat-saat penting atau titik balik yang menjadi sandaran seluruh kehidupannya. 

Konfrontasi yang memuncak antara orang-orang Farisi dan Yesus adalah peristiwa dan krisis yang menentukan. 

Para pemimpin agama menjadi tidak toleran terhadap Yesus karena prasangka buruk mereka.  Tidak ada yang Yesus lakukan atau katakan yang benar di mata mereka. 

Mereka bersekongkol, tidak hanya untuk menentang Yesus tetapi lebih dari itu untuk melenyapkan dia, untuk membunuh Dia.

Saudara dan saudariku seiman,

Yesus menghadapi tantangan ini dengan keberanian dan tekad sempurna untuk melakukan kehendak Bapa-Nya. 

Dia menggunakan krisis atau tantangan yang dihadapiNya ini untuk mengajar murid-muridNya pelajaran penting yaitu: tentang jalan yang Tuhan pakai atau lewati menuju kesuksesan dan kemenangan. 

Satu-satunya cara untuk memuliakan kerajaan Allah adalah melalui salib-salib penderitaan dan penghinaan-yang ditanggung Yesus demi kita dan untuk keselamatan kita. 

Saudara dan saudariku, kita juga dipanggil untuk memikul salib kita setiap hari - untuk mati bagi dosa, keegoisan, iri hati, kesombongan, perselisihan,

dan kebencian-dan untuk menyerahkan hidup kita dalam pelayanan yang rendah hati dan kasih satu sama lain, seperti yang Yesus lakukan untuk kita.

Saudara dan saudariku seiman,

penginjil Matius mengutip dari nubuat "Hamba yang Menderita" dari Yesaya untuk menjelaskan bagaimana Yesus sang Mesias akan menyelesaikan misi-Nya-bukan

melalui kuasa yang menghancurkan-tetapi melalui kasih dan pelayanan pengorbanan (Yesaya 42:1-4).

Yesus memilih salib dan memakai mahkota duri.  Dia disalibkan sebagai Tuhan dan Raja kita (Yohanes 19:19; Filipi 2:11).

Tidak ada bukti yang lebih besar dari kasih Allah bagi kita selain pengorbanan kematian Anak-Nya yang tunggal demi keselamatan kita (Yohanes 3:16) .

Saudara dan saudariku seiman,

Yesus mati bukan hanya untuk orang Yahudi tetapi juga untuk semua bangsa bukan Yahudi. 

Yesaya telah menubuatkan berabad-abad sebelumnya, bahwa Mesias akan membawa keadilan bagi bangsa-bangsa lain. 

Dia membawa harapan bagi segala bangsa. Dalam pemikiran Yunani, keadilan mencakup pemberian kepada Tuhan dan sesama  apa yang menjadi hak mereka. 

Yesus mengajar murid-muridNya untuk memberikan kepada Allah bukan hanya apa yang menjadi hak Allah,

tetapi juga mengasihi Dia tanpa batas sama seperti Dia mengasihi kita tanpa syarat, tanpa batas.

Saudara dan saudariku seiman,

Yesus membawa keadilan kerajaan Allah dengan belas kasih ilahi.  Dia tidak melukai yang lemah atau memperlakukan mereka dengan hina, melainkan menunjukkan pengertian dan kasih sayang. 

Dia tidak mengecilkan hati orang yang lemah, tetapi memberi harapan, keberanian, dan kekuatan untuk bertahan melalui keadaan yang sulit. 

Tidak ada pencobaan, kegagalan, dan kelemahan yang dapat menghalangi kita dari belas kasihan dan pertolongan yang Yesus tawarkan kepada setiap orang yang meminta. 

Kasih karunia-Nya cukup untuk setiap saat, setiap situasi, dan setiap tantangan yang kita hadapi. 

Saudara dan saudariku seiman,

ketika kita masing masing menghadapi cobaan dan kesulitan, apakah kita mengandalkan pertolongan dan kasih karunia Tuhan?

Mari kita berjuang untuk terus setia mengikuti Yesus yang adalah harapan kita, harapan segala bangsa.

Mari kita jadikan diri kita sungguh tunduk padaNya dan mengikuti jalan kesuksesan dan kemenanganNya dengan mengikuti jalan salib dan penderitaanNya. Amin.

Baca juga: DOA, Bacaan dan Renungan Harian Katolik: ‘Tinggalkan Semua Demi Yesus’

ILUSTRASI - Dialog antara Yesus dan Petrus.
ILUSTRASI - Dialog antara Yesus dan Petrus. (ISTIMEWA)

Doa

Tuhan Yesus, kasih dan belas kasihan-Mu tidak mengenal batas. Berilah kami kekuatan saat kami lemah, harapan saat kami putus asa,

kedamaian saat kami susah, penghiburan saat kami sedih, dan pengertian saat kami bingung.

Jadikanlah kami alat  kasih dan damai sejahtera-Mu bagi mereka yang tertindas dan tanpa harapan.

Semoga kita semua dan semua orang yang kita sayangi dan kasihi, serta segala usaha dan kerja kita, dilindungi dan diberkati Allah yang Mahakuasa, Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. (TRIBUNBATAM.id/Thomm Limahekin/*)

Berita terkait Doa Bacaan dan Renungan Harian Katolik

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved