Breaking News:

Oseltamivir dan Azithromycin Tak Lagi Jadi Standar Perawatan Covid-19, Kenapa?

Lima organisasi profesi kedokteran merevisi protokol tata laksana Covid-19 di mana Oseltamivir dan Azithromycin tak wajib dipakai untuk terapi pasien

Editor: Irfan Azmi Silalahi
pixabay.com
Foto ilustrasi obat. Oseltamivir dan Azithromycin tak lagi jadi standar perawatan Covid-19 hasil dari revisi protokol tata laksana Covid-19 

TRIBUNBATAM.id - Lima organisasi profesi kedokteran memperbaharui protokol tata laksana Covid-19.

Revisi ini merupakan perubahan dari buku Pedoman Tata Laksana Covid-19 edisi ketiga, yang perubahan  dilakukan antara lain pada tata laksana farmakologis dari pasien gejala ringan.

Pasien yang sebelumnya dinyatakan perlu mendapat terapi Azithromycin, pada revisi terbaru obat itu tak lagi digunakan.

Pilihan untuk pemberian antivirus Oseltamivir juga tak lagi dipakai.

Untuk dikeahui, Oseltamivir dan Azithromycin adalah dua obat yang digunakan untuk terapi pasien Covid-19, sejak awal pandemi virus corona  muncul.

Berdasarkan surat resmi yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Oseltamivir adalah obat antiviral atau obat antivirus yang digunakan untuk pengobatan dan pencegahan infeksi influenza tipe A dan B.

Obat ini bekerja dengan menghambat neuroamidase yang dibutuhkan oleh virus influenza untuk merilis virus-virus baru di akhir proses replikasi.

Baca juga: Kabar Menggembirakan, Vaksin AstraZeneca Terbukti Ampuh Beri Perlindungan Seumur Hidup dari Covid-19

Pada masa awal pandemi Covid-19, obat Oseltamivir diberikan secara empiris, karena sulitnya membedakan gejala Covid-19 pada pasien yang terinfeksi virus corona dan pasien yang terinfeksi virus influenza.

Ketua PAPDI DR. Dr. Sally Aman Nasution, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP, yang juga turut serta dalam penyusunan Revisi Protokol Tata Laksana Covid-19 mengatakan, kedua obat ini sebenarnya masih dipergunakan, hanya saja dimasukkan sebagai terapi tambahan.

"Jadi (obat Oseltamivir dan Azithromycin) tidak rutin diberikan," kata dr Sally, menjelaskan Protokol Tata Laksana Covid-19 yang baru saja direvisi tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved