Breaking News:

IDUL ADHA

Aturan Malam Takbiran Idul Adha saat PPKM Darurat

Selama PPKM Darurat, malam takbiran akan lebih sepi lantaran tidak ada takbir keliling. Namun, umat tetap bisa beribadah dengan aturan ketat.

Editor: Widi Wahyuning Tyas
TRIBUNBATAM/DEWI HARYATI
PPKM DARURAT - Aturan malam takbiran Idul Adha selama PPKM Darurat. FOTO: Mobil hias takbir Idul Adha 1439 H, sudah berada di Dataran Madani Batam Center, tepatnya di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Selasa (21/8/2018) malam 

TRIBUNBATAM.id - Malam takbiran Idul Adha tahun ini jatuh saat masa PPKM Darurat.

Akibatnya, sejumlah kegiatan ibadah dan kemeriahan Hari Raya Idul Adha harus serba dibatasi.

Malam takbiran yang biasanya selalu ramai dengan takbir keliling dipastikan bakal tidak seperti dulu.

Sebab, pemerintah telah mengeluarkan aturan malam takbiran Idul Adha 1442 H saat PPKM Darurat.

Tujuannya yakni untuk mencegah penularan Covid-19 selama perayaan Idul Adha 1442 Hijriah.

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 16 Ttahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Pelaksanaan Kurban.

Di Indonesia, ada tradisi takbiran keliling maupun takbiran bersama di masjid.

Namun, selama PPKM Darurat, takbir keliling akan ditiadakan.

Aturan ini juga lebih ketat di wilayah berzona merah.

Aturan malam takbiran

Berikut ketentuan malam takbiran Idul Adha 2021 selama pandemi Covid-19:

  1. Jemaah malam takbiran wajib dalam kondisi sehat dengan suhu badan di bawah 37 derajat Celcius
  2. Malam takbiran hanya boleh diikuti oleh jemaah dengan usia 18-59 tahun
  3. Malam takbiran hanya dapat diselenggarakan di masjid/mushalla di daerah berzona hijau dan kuning berdasarkan status zona risiko penyebaran Covid-19
  4. Masjid/mushalla yang menyelenggaran malam takbiran wajib menyediakan alat pengukur suhu tubuh (thermogun), hand sanitizer, sarana mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, masker medis, menerapkan pembatasan jarak dan memastikan tidak ada kerumunan, serta melakukan disinfeksi di tempat penyelenggaraan sebelum dan setelah penyelenggaraan malam takbiran
  5. Malam takbiran hanya dapat diikuti oleh jemaah masjid/mushalla dari warga setempat dengan ketentuan maksimal 10 persen dari kapasitas ruangan, dengan pengaturan bergantian maksimal 5 jemaah
  6. Takbir keliling, baik dengan arak-arakan berjalan kaki maupun dengan arak-arakan kendaraan, DILARANG dilaksanakan di semua zona risiko penyebaran Covid-19
  7. Pelaksanaan malam takbiran di masjid/mushalla paling lama 1 jam dan harus diakhiri maksimal pukul 22:00 waktu setempat Jemaah yang mengikuti takbiran wajib pulang ke rumah/kediaman masing-masing seusai penyelenggaraan malam takbiran.

Tidak melarang ibadah

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved