CORONA KEPRI
KASUS Melonjak Jelang PPKM Darurat Berakhir, Walikota Batam : Butuh 2 Minggu Agar Kasus Turun
Sudah 7 hari kebijakan PPKM darurat diberlakukan tapi kasus covid-19 di Batam justru makin melonjak. Walikota Batam beri sinyal PPKM diperpanjang.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sudah 7 hari kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat diberlakukan.
Namun sampai hari ini jumlah kasus masih terus bertambah.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengakui PPKM Darurat tidak membuat angka kasus Covid-19 di Batam serta merta menurun.
Karena berdasarkan aturan hasil kajian kesehatan butuh waktu 14 hari, sementara sekarang baru 8 hari, jadi butuh 2 Minggu ke depan agar kasus bisa menurun.
"Saya kira PPKM Darurat yang sudah kita jalankan lebih kurang selama tujuh hari, jujur saja masih belum menurunkan masyarakat kita yang kena Covid-19. Makanya Pak Menteri sudah memperpanjang PPKM Darurat sampai akhir Juli ini," ujar Wali Kota Batan, Muhammad Rudi beberapa waktu lalu.
Menurutnya lantaran kasus masih bertambah, bukan berarti PPKM Darurat ini tidak efektif untuk menekan kasus.
Baca juga: PPKM Darurat Batam Segera Berakhir Tapi Kasus Covid-19 Baru Justru Tambah 523 Orang, 12 Meninggal
Hanya saja masih butuh waktu untuk melihat dampak dari penyekatan dan pembatasan yang dilakukan saat ini.
"Kita butuh sampai 14 hari atau 27 Juli mendatang baru bisa dilihat perkembangan kasus, karena itu masa inkubasinya. Baru bisa terlihat di pekan depan. Mudah-mudahan angka kasus turun," kata Rudi.
Menjelang batas waktu tersebut, angka kasus terus ada, untuk itu Pemko Batam menyiapkan Gedung Asrama Haji sebagai IGD transit bagi pasien bergejala, sebelum dirujuk ke rumah sakit rujukan.
Hal ini juga menghindari warga kesulitan mendapatkan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
"IGD Darurat bagi pasien Covid-19. Sebenarnya yang sering penuh itu adalah IGD pemeriksaan di rumah sakit, sehingga kalau di sana sudah tidak muat IGD untuk pemeriksaannya, maka akan dilakukan pemeriksaan di sini (Asrama Haji)," tuturnya
Setelah itu, kata Rudi, baru didistribusikan ke rumah sakit rujukan. Sehingga tak terjadi kepadatan di Rumah Sakit.
"Jadi kami nanti yang bantu cari rumah sakit yang lowong untuk perawatan pasien bergejala ini," katanya.
Dalam hal ini ia juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.
Yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak/menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas/bepergian kecuali untuk keperluan sangat mendesak/urgen. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)
*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Corona Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ppkm-darurat-batam-hari-pertama-6.jpg)