Breaking News:

CORONA KEPRI

KASUS Melonjak Jelang PPKM Darurat Berakhir, Walikota Batam : Butuh 2 Minggu Agar Kasus Turun

Sudah 7 hari kebijakan PPKM darurat diberlakukan tapi kasus covid-19 di Batam justru makin melonjak. Walikota Batam beri sinyal PPKM diperpanjang.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Tri Indaryani
TribunBatam.id/Bereslumbantobing
Suasana pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Batam hari pertama, Senin (12/7/2021). Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengakui PPKM Darurat tidak membuat angka kasus Covid-19 di Batam serta merta menurun. Karena berdasarkan aturan hasil kajian kesehatan butuh waktu 14 hari, sementara sekarang baru 8 hari, jadi butuh 2 Minggu ke depan agar kasus bisa menurun. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sudah 7 hari kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat diberlakukan.

Namun sampai hari ini jumlah kasus masih terus bertambah.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengakui PPKM Darurat tidak membuat angka kasus Covid-19 di Batam serta merta menurun.

Karena berdasarkan aturan hasil kajian kesehatan butuh waktu 14 hari, sementara sekarang baru 8 hari, jadi butuh 2 Minggu ke depan agar kasus bisa menurun.

"Saya kira PPKM Darurat yang sudah kita jalankan lebih kurang selama tujuh hari, jujur saja masih belum menurunkan masyarakat kita yang kena Covid-19. Makanya Pak Menteri sudah memperpanjang PPKM Darurat sampai akhir Juli ini," ujar Wali Kota Batan, Muhammad Rudi beberapa waktu lalu.

Menurutnya lantaran kasus masih bertambah, bukan berarti PPKM Darurat ini tidak efektif untuk menekan kasus.

Baca juga: PPKM Darurat Batam Segera Berakhir Tapi Kasus Covid-19 Baru Justru Tambah 523 Orang, 12 Meninggal

Hanya saja masih butuh waktu untuk melihat dampak dari penyekatan dan pembatasan yang dilakukan saat ini.

"Kita butuh sampai 14 hari atau 27 Juli mendatang baru bisa dilihat perkembangan kasus, karena itu masa inkubasinya. Baru bisa terlihat di pekan depan. Mudah-mudahan angka kasus turun," kata Rudi.

Menjelang batas waktu tersebut, angka kasus terus ada, untuk itu Pemko Batam menyiapkan Gedung Asrama Haji sebagai IGD transit bagi pasien bergejala, sebelum dirujuk ke rumah sakit rujukan.

Hal ini juga menghindari warga kesulitan mendapatkan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved