Breaking News:

BATAM TERKINI

Kuasa Hukum Tjong Alex Leo Fensury Sesalkan Sikap Petugas Keamanan saat Rumah EF Digeledah Polisi

Kuasa Hukum Tjong Alex Leo Fensury, C Suhadi menyesalkan sikap petugas keamanan perumahan saat rumah pengusaha Batam, EF digeledah polisi.

Editor: Tri Indaryani
ISTIMEWA
Kuasa Hukum Tjong Alex Leo Fensury, C Suhadi menyesalkan sikap petugas keamanan perumahan saat rumah pengusaha Batam, EF digeledah polisi. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kuasa Hukum Tjong Alex Leo Fensury, C Suhadi menyesalkan keberpihakan petugas keamanan perumahan terhadap pengusaha ternama Kota Batam, EF yang diduga tidak kooporatif saat penggeledahan oleh penyidik Polda Sumut, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, semestinya petugas keamanan netral melindungi seluruh warga perumahan tersebut.

"Saya sangat menyesalkan petugas keamanan perumahan yang seolah-olah sangat gencar membela EF, pertama dia mengatakan bahwa pihak kemanan tidak pernah menghalang-halangi, padahal sebagaimana berita yang sudah beredar, saya selaku kuasa hukum tidak pernah menyinggung petugas keamanan yang menghalang-halangi. Jelas di situ saya menyebutkan oknum sedangkan petugas keamanan bukan oknum, dia adalah pegawai swasta," kata C Suhadi, minggu (18/7/2021), menanggapi pemberitaan di sebuah media terkait bantahan dari petugas keamanan saat dilakukan penggeledahan di rumah EF.

Baca juga: BATAM dan Tanjungpinang, 2 Kota Penyumbang Kasus Covid-19 Baru Terbanyak di Kepri, Tambah 928 Kasus

Ia juga menyesalkan pernyataan petugas keamanan terkait EF yang katanya tidak menghalang-halangi penggeledahan.

"Kaitan ini, petugas keamanan koq seolah-olah menjadi juru bicara, karena petugas keamanan itu sifatnya harus netral, dia harus melindungi semua warga yang ada di situ bukan membela seseorang saja dalam hal ini. Sekali lagi bicara akan saya somasi," jelas Suhadi.

Sebelumnya, Suhadi dalam pemberitaan disebutkan menyayangkan adanya dugaan tindakan intervensi dan tidak kooporatif dari pengusaha ternama Kota Batam, EF saat dilakukan penggeledehan oleh penyidik Polda Sumut.

Menurut Suhadi, kasus ini berawal ketika Tjong Alex Leo Fensury dan EF mendirikan PT SPL dengan komposisi saham 50-50. Dalam posisi jabatan di perusahaan itu, Tjong Alex Leo Fensury menjabat sebagai Direktur untuk menjalankan PT SPL, sedangkan EF menjabat sebagai Komisaris dan mengelola keuangan PT SPL. (*)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved