Breaking News:

CORONA KEPRI

Warga Batam Kesulitan Dapat Surat Swab PCR Sesuai Kemenkes Sebagai Syarat Terbang

Surat swab PCR dengan hasi negatif sesuai laboratorium yang dikeluarkan Kemenkes, menjad syarat wajib calon penumpang di Batam untuk bisa terbang.

Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
Anggota DPRD Kota Batam, Tumbur Hutasoit meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan Kemenkes dalam mengeluarkan laboratorium yang berhak mengeluarkan surat hasil swab PCR sebagai salah satu syarat terbang. Ini ia sampaikan karena keterbatasan jumlah sampel yang bisa diperiksa pada fasilitas kesehatan yang ditunjuk. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Daftar laboratorium yang diakui Kemenkes untuk mengeluarkan hasil swab PCR jadi masalah baru di Batam.

Itu setelah Warga Batam mengeluhkan sulitnya mendapat surat hasil negatif swab PCR dari fasilitas kesehatan yang direkomendasikan Kemenkes karena keterbatasan sampel yang diperiksa rumah sakit.

Syarat ini diketahui wajib bagi calon penumpang pengguna transportasi udara.

Selain bukti jika pernah mendapat vaksin covid-19.

Kemenkes sebelumnya mengeluarkan daftar 742 laboratorium di Indonesia yang terafiliasi dan diakui dengan Kemenkes sebagai syarat perjalanan atau penerbangan.

Untuk Provinsi Kepri, setidaknya ada Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Batam Laboratorium pemeriksa COVID-19 di Provinsi Kepri.

Anggota DPRD Kota Batam, Tumbur Hutasoit meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan Kemenkes dalam mengeluarkan laboratorium yang berhak mengeluarkan surat hasil swab PCR sebagai salah satu syarat terbang. Ini ia sampaikan karena keterbatasan jumlah sampel yang bisa diperiksa pada fasilitas kesehatan yang ditunjuk.
Anggota DPRD Kota Batam, Tumbur Hutasoit meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan Kemenkes dalam mengeluarkan laboratorium yang berhak mengeluarkan surat hasil swab PCR sebagai salah satu syarat terbang. Ini ia sampaikan karena keterbatasan jumlah sampel yang bisa diperiksa pada fasilitas kesehatan yang ditunjuk. (TribunBatam.id/Ian Sitanggang)

Kemudian, untuk laboratorium pemeriksa, ada Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Batam. Kemudian, Laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUDEF).

Kemudian, ada Laboratorium Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Midiyato Suratani, Kepri.

Ada juga Laboratorium Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Covid-19 Pulau Galang, Batam, Laboratorium Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam.

Laboratorium Klinik Medilab Batam, laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna, laboratorium Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved