Breaking News:

CORONA KEPRI

Stok Vaksin Menipis, Tanjungpinang Butuh Tambahan 5.000 Vial Lagi

Stok vaksin covid-19 di Tanjungpinang mulai menipis, dan ini juga dialami daerah lainnya di Kepri. Adapun stok yang ada diprioritaskan untuk dosis 2

Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Nugraheni. Ia menyebut Tanjungpinang butuh tambahan paling tidak 5.000 Vial vaksin covid-19 untuk mencapai target 70 persen cakupan vaksinasi 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Stok vaksin covid-19 di Kota Tanjungpinang kini mulai menipis.

Hal itu ditandai dengan tutupnya operasi penyuntikan vaksin covid-19 untuk masyarakat di sejumlah sentra vaksinasi di Tanjungpinang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadinkes Kota Tanjungpinang, Nugraheni menyebutkan, jumlah vaksin yang tersedia di Dinas Kesehatan Tanjungpinang saat ini hanya untuk dosis kedua sebanyak 130 vial.

"Jumlah vaksin kita saat ini sudah sedikit. Itupun tersisa untuk dosis kedua dan tak cukuplah buat Tanjungpinang," kata Nugraheni, Selasa, (20/7/2021).

Bukan hanya di Tanjungpinang, Nugraheni menyebut, sejumlah Kabupaten/Kota lainnya di wilayah Kepri juga mengeluhkan menipisnya stok vaksin. Lantaran pembagian sasaran vaksinasi dibagi untuk usia anak-anak 12-17 tahun.

Baca juga: Sejumlah Tenaga Medis di Natuna Tumbang Akibat Terpapar Covid-19

"Kemarin itu kita sudah rapat evaluasi bersama Provinsi. Rata-rata Kabupaten/Kota mengeluhkan ketersediaan jumlah vaksinnya," sebutnya.

Ia menerangkan, kebutuhan vaksin yang diperlukan Tanjungpinang saat ini guna mencapai target herd immunity 70 persen yakni sebanyak 5.000 vial.

"Jumlahnya kalau sesuai kebutuhan kita mencapai herd immunity 70 persen itu butuhnya 5000 vial, dengan jenis vaksin AsteraZeneca dan Sinovac.

Untuk itu saat ini kita lagi menunggu dari pusat. Katanya 2-3 hari ini akan didistribusikan lagi semoga sajalah ya," ujarnya.

Sudah Minta Tambahan ke Pusat

Juru bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kepulauan Riau (Kepri), Tjetjep Yudiana sebelumnya mengakui, stok vaksin covid-19 di Kepri sedang menipis.

Menurut Tjetjep, hal itu lantaran pemerintah pusat saat ini sedang berkonsentrasi untuk wilayah Jawa dan Bali.

"Namun Pak Gubernur selalu melakukan koordinasi dengan pusat untuk penambahan. Jadi Gubernur sedang ajukan lagi penambahan vaksin untuk daerah kita, apalagi akhir juli kita punya target 70 persen," ujarnya, Jumat( 16/7/2021).

Ia pun menyebutkan, walapun kondisi Gubernur, Ansar Ahmad sedang menjalani isolasi mandiri, komunikasi yang dilakukan ke pemerintah pusat tidak ada penghalang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved