Sabtu, 18 April 2026

CORONA KEPRI

Covid-19 Varian Delta Masuk Batam, Orang Belum Divaksin Lebih Rentan Terpapar

Gejala orang yang terpapar varian Delta, mirip dengan orang yang terpapar virus corona. Mutasi covid-19 ini sudah ditemukan di Batam.

|
TANGKAP LAYAR ALJAZEERA
Peta sebaran Covid-19 varian Delta di dunia. FOTO: PETA. Varian ini sudah ditemukan di Batam oleh BTKL-PP Kelas I Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Virus Covid-19 Varian Delta ditemukan di Batam, Provinsi Kepri.

Itu setelah Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit atau BTKL-PP Kelas I Batam memeriksa sampel sejumlah warga Kepri.

Varian ini disebut-sebut patut diwaspadai ekstra.

Hal itu lantaran karakteristiknya yang lebih mudah menyebar daripada virus Corona varian lain.

Dilansir BangkaPos.com dengan judul 'INDONESIA Diserang Varian Delta yang Sulit Dikendalikan, 3 Vaksin Ini Disebut Ampuh Melawannya', gelombang tsunami Viru Covid-19 Varian Delta pertama tercatat di India pada Mei 2021 dan telah menyebar di 104 negara pada Juli 2021.

Hanya perlu waktu sekitar dua bulan, virus Corona itu menginfeksi warga dunia di ratusan negara dan menjadi penyebab banyak kematian.

Indonesia saat ini sedang mengalami gelombang Corona varian Delta dan sulit dikendalikan.

Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dikutip dari Kompas TV.

Mutasi Covid-19 yang juga dikenal sebagai B.1.617.2 ini memang pertama kali terdeteksi di India pada Oktober 2020.

Per-1 Juni 2021, varian Delta telah menyebar ke 62 negara, dua pekan kemudian ditemukan di 80 negara, dan pada 4 Juli telah menyebar di 104 negara.

Selain virus corona varian Delta, BTKL-PP Kelas I Batam juga menemukan dua sample virus varian Alpha.

Dimana satu sampel berasal dari Kota Batam dan satu sampel berasal dari Tanjungpinang.

Kepala BTKL-PP Kelas I Batam, Budi Santosa mengatakan jika virus varian baru tersebut ditemukan pekan lalu.

Pihaknya mengirimkan sample ke laboratorium sebanyak 400 sample.

Baca juga: Indonesia Peringkat 2 Sedunia untuk Presentase Kasus Covid-19 Varian Delta

Baca juga: KEPALA Bapelkes Batam Ingatkan Warga Kenakan Masker Ganda Untuk Antisipasi Varian Delta Covid-19

"Kami berharap dengan adanya virus corona di Batam varian baru di Kota Batam dan Tanjungpinang, pemerintah harus lebih proaktif dalam memberikan imbauan kepada masyarakat," kata Budi, Rabu (21/7/2021).

Budi menilai, PPKM yang diterapkan pemerintah sudah tepat.

Hanya saja, pengawasan dari pemerintah tetap harus menjadi perhatian.

"Sebab jika pemerintah lengah, dikhawatirkan virus varian baru ini akan sangat cepat penyebarannya," ucapnya.

Gejala Virus Covid-19 Varian Delta

Gejala Virus Covid-19 Varian Delta mirip dengan Covid-19 biasanya.

Termasuk batuk-batuk, sakit kepala, dan sakit tenggorokan.

Data dari ZOE COVID Symptom Study mengatakan, bahwa pasien Covid-19 varian Delta di Inggris melaporkan beberapa gejala yang berbeda.

Pada pasien yang terinfeksi varian ini, gejala batuk dan anosmia atau kehilangan penciuman tampak kurang umum.

Seberapa mematikan varian Delta?

Saat ini para ilmuwan masih melakukan penelitian terkait seberapa mematikannya varian Delta.

Namun berdasarkan data rawat inap di Inggris dalam studi yang terbit di The Lancet, penderita Covid-19 varian Delta cenderung dirawat inap, kritis, hingga meninggal dunia.

Hal ini terutama terjadi kepada mereka yang belum divaksinasi.

Vaksinasi Kurangi Risiko Varian Delta

Yale Medicine melaporkan bahwa orang yang belum menerima vaksinasi sama sekali adalah yang paling berisiko jika terjangkit varian Delta.

Di AS, wilayah dengan tingkat vaksinasi rendah mengalami lonjakan kasus, terutama di negara bagian Midwest dan Selatan seperti Missouri dan Arkansas.

Anak-anak dan para pemuda yang belum divaksinasi juga termasuk kelompok rentan.

Di Inggris, anak-anak dan orang di bawah 50 tahun yang belum divaksinasi, 2,5 kali lebih berpotensi terinfeksi Delta, menurut penelitian terbaru yang diterbitkan oleh Imperial College London.

Bagaimana efektivitas vaksin terhadap varian Delta?

Menurut analisis awal dari Public Health England, dua dosis vaksin Pfizer atau Moderna tampaknya 88 persen efektif melawan gejala sakit dan 96 persen efektif melawan rawat inap dengan varian Delta.

Lalu vaksin AstraZeneca 60?ektif melawan penyakit dan 93?ektif melawan rawat inap.

Johnson & Johnson juga melaporkan kemanjuran terhadap varian Delta, yang menurut para peneliti serupa dengan hasil AstraZeneca.

Saat ini, para pembuat vaksin sedang meneliti apakah vaksin dosis ketiga atau booster mampu meningkatkan perlindungan terhadap varian Delta atau varian Covid-19 yang akan muncul di kemudian hari.

Bahkan Pfizer mengumumkan akan meminta otorisasi FDA untuk dosis ketiga atau booster pada Agustus mendatang.

Apa yang perlu dilakukan jika belum divaksinasi?

Menurut Hackensack Meridian Health, ada 5 hal yang bisa dilakukan orang yang belum divaksinasi untuk melindungi diri dari paparan virus.

- Menggunakan masker yang benar, yakni menutupi hidung dan mulut terutama saat berada di keramaian di dalam ruangan.

- Menjaga jarak dari kerumunan atau orang lain.

- Sering mencuci tangan, baik menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer.

- Menghidari kerumunan di dalam ruangan tertutup dan sirkulasi udara yang buruk.

- Selalu memperhatikan tingkat infeksi lokal di sekitar Anda dan menghindari kontak yang tidak perlu dengan orang lain.(TribunBatam.id/Ian Sitanggang) (BangkaPos.com) (Tribunnews/Ika Nur Cahyani) (Kompas TV/Tito Dirhantoro)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Corona Kepri

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved