Jumat, 24 April 2026

Super Air Jet Bersiap Terbang Perdana Layani 6 Rute Domestik Termasuk Batam

Maskapai berkode IU ini akan membuka rute penerbangan ke 6 tujuan yang disebutnya sebagai destinasi super favorit termasuk Batam.

ISTIMEWA
MASKAPAI BARU - Biodata Ari Azhari CEO Super Air Jet, Maskapai Baru Berbiaya Murah, Bidik Kaum Muda. FOTO: SUPER JET AIR 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Maskapai baru Indonesia Super Air Jet akan menjalani penerbangan perdana untuk penerbangan berjadwal di rute domestik dalam waktu dekat ini.

Direktur Utama Super Air Jet Ari Azhari mengatakan ada enam rute penerbangan, masing-masing dengan frekuensi satu kali penerbangan per hari pergi-pulang (PP).

Terkait hal ini, pihaknya tengah menyiapkan berbagai hal dan langkah agar penerbangan perdana mendatang berjalan sesuai jadwal.

Persiapan tersebut juga dilakukan dalam rangka memenuhi aspek standar operasional keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan udara.

Baca juga: Samsung Tab A7 Lite Mumpuni untuk Belajar Online, Harga Cuma Rp 2 Jutaan

“Terpenting lagi, operasional berjalan berdasarkan ketentuan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Ari Azhari dalam keterangan resminya, dikutip pada Rabu (21/7/2021).

Maskapai berkode IU ini akan membuka rute penerbangan ke 6 tujuan yang disebutnya sebagai destinasi super favorit untuk menjawab dan mengakomodir kebutuhan penerbangan bagi para kawula khususnya generasi kekinian.

Berikut rute Super Air Jet yang akan dibuka dalam waktu dekat, yakni dari dan menuju:

* Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang (CGK)

* Palembang melalui Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM)

* Padang melalui Bandar Udara Internasional Minangkabau (PDG)

* Batam – Bandar Udara Internasional Hang Nadim (BTH)

* Medan – Bandar Udara Internasional Kualanamu (KNO)

* Pontianak – Bandar Udara Internasional Supadio (PNK)

Ari Azhari menjelaskan, jadwal penerbangan Super Air Jet pada rute-rute tersebut direncanakan berlangsung setiap hari.

Baca juga: Brunei Larang Seluruh Kedatangan dari Indonesia Pasca Temuan 8 Kasus Covid-19 dari Jakarta

“Super Air Jet akan beroperasi dengan frekuensi terbang satu kali setiap hari, yang dilayani pergi pulang (PP),” urainya.

Ia lantas mengungkap alasan pemilihan rute penerbangan yang dibuka pada tahap awal.

Dia bilang, pemilihan destinasi super favorit di tahap perdana untuk menjangkau wilayah Indonesia barat dengan pilihan jadwal keberangkatan yang tepat di rute-rute super popular.

“Mengapa disebut super popular dari Super Air Jet? Karena jaringan dan daerah tersebut sudah dikenal dan disukai orang banyak,” ucapnya.

Menurutnya, fokus utama Super Air Jet menawarkan konsep berbiaya rendah dengan penerbangan langsung antarkota secara point-to-point di pasar domestik dan nantinya dapat merambah ke rute-rute internasional.

Adapun mengenai penamaan super favorit karena Super Air Jet telah melihat dan menganalisis kota tujuan tersebut paling banyak diminati oleh wisatawan dan pebisnis muda.

Ia menilai bahwa masing-masing destinasi memiliki karakteristik dan keunikan sebagai berikut:

* Kota Petualangan, menawarkan berbagai objek wisata unggulan seperti kuliner, religi, sejarah, budaya, bahari dan lainnya serta didukung kekhasan dari kearifan lokal,

* Kota Bisnis, semakin berkembang ide-ide kreatif anak muda yang dikembangkan menjadi sentra bisnis, wirausaha baru, pengusaha kecil dan menengah, industri modern, industri tradisional, industri kerajinan dan lainnya.

BANDARA HANG NADIM - Suasana terminal kedatangan Bandara Hang Nadim Batam, Provinsi Kepri. Foto diambil belum lama ini.
BANDARA HANG NADIM - Suasana terminal kedatangan Bandara Hang Nadim Batam, Provinsi Kepri. Foto diambil belum lama ini. (TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah)

“Super Air Jet didesain dan dipersiapkan agar memungkinkan banyak orang (penumpang) untuk bisa bepergian menggunakan pesawat udara tujuan wisata, pendidikan, pebisnis muda dan mengunjungi ke berbagai kota tujuan favorit,” bebernya.

Pihaknya juga menjanjikan nilai lebih terbang bersama Super Air Jet, yakni dengan gratis bagasi 20 kilogram (Kg), yang semakin memanjakan dan mempermudah ketika melakukan penerbangan.

Selain itu, Super Air Jet juga menyiapkan sejumlah hiburan di dalam pesawat yang didukung oleh aplikasi Tripper Travel.

"Hiburan bisa dinikmati dimana saja, kapan saja: saat di darat (on ground) dan di udara (on board). Segera download “Tripper Travel” Apps Store atau Google Play Store dari smartphone maupun gadget (Tab & Ipad)," ungkapnya. 

Super Air Jet sasar milenial di rute favorit

Maskapai LCC pendatang baru ini menawarkan layanan dengan penerbangan langsung antarkota secara point-to-point di pasar domestik dan nantinya dapat merambah ke rute-rute internasional.

“Pada tahap awal, Super Air Jet akan mengoperasikan armada generasi terbaru yaitu Airbus A320- 200 yang berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi, yang nyaman di kelasnya, tempat duduk ergonomis,” ungkap Ari Azhari.

Dari faktor demografis, Super Air Jet akan berada pada kalangan muda atau milenial.

Dikatakan, generasi milenial menjadi fokus utama perusahaan guna mengakomodir segmen perjalanan udara mengalami pertumbuhan paling cepat di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

“Super Air Jet telah melihat peluang di era kekinian saat ini hingga mendatang, menegaskan bahwa loyalitas generasi lebih muda hanya akan didapatkan melalui pengalaman (experience),” ucapnya.

Peluang tersebut ditangkap perusahaan melalui sejumlah pertimbangan generasi muda sebagai berikut:

Kecenderungan dan pertimbangan dari perkembangan teknologi yang pesat, dengan demikian anak-anak muda lebih mementingkan pengalaman langsung.

Berkeinginan untuk mengunjungi langsung ke kota-kota yang menawarkan pengalaman tersendiri.

Tertarik untuk menggali berbagai atraksi atau mengeksplor keindahan suatu tempat, khususnya objek wisata dan sangat berkesan pada hal unik.

Anak-anak muda mayoritas telah memiliki penghasilan sendiri dan dapat mengelola keuangannya, sehingga mampu menyisihkan banyak bujet (anggaran) untuk perjalanan. Setiap pilihan untuk terbang pasti sudah dipertimbangkan.

“Oleh karena itu, Super Air Jet akan menjadi rekomendasi bagi wisatawan dan pebisnis generasi muda.

Segmen “kawula muda” akan terus tumbuh pesat dan Super Air Jet bersiap untuk meraih pasar itu melalui konsep “super cost” yakni menawarkan layanan maskapai berbiaya paling hemat, sehingga lebih terjangkau,” ujarnya.

Tanpa modal asing

Kehadiran maskapai baru ini memunculkan pertanyaan mengenai siapa sosok di balik Super Air Jet mencuat.

Ari Azhari juga sempat buka suara mengenai sejarah berdirinya maskapai Super Air Jet yang diperkenalkan di tengah situasi pandemi Covid-19. Ari Azhari menjelaskan bahwa Super Air Jet didirikan pada Maret 2021.

Maskapai ini telah memiliki kode penerbangan “IU” dari IATA (Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional) dan “SJV” dari ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional).

“Super Air Jet merupakan maskapai penerbangan swasta baru kategori layanan pengangkutan penumpang berjadwal harian yang berasal dari Indonesia dan sepenuhnya dimiliki atas penyertaan modal orang lokal (dalam negeri),” ungkapnya.

Dengan begitu, Super Air Jet didirikan dengan 100 persen modal dalam negeri. Ini artinya pendirian Super Air Jet dilakukan tanpa suntikan modal dari luar negeri atau modal asing.

Orang-orang di balik operasional Super Air Jet juga bukan orang baru pada bisnis penerbangan Indonesia.

Ari Azhari sendiri tercatat pernah memegang jabatan penting di maskapai Lion Air sebagai General Manager Service Lion Group.

Tak ayal, maskapai ini santer dikaitkan dengan Lion Group, hingga bos Lion Air Rusdi Kirana disebut-sebut sebagai sosok yang mendirikan sekaligus pemilik Super Air Jet.

Kendati begitu rupanya Super Air Jet bukan bagian maupun anak usaha dari Lion Group.

Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com menyebut bahwa Super Air Jet berbeda atau terpisah dengan Lion Group.

Hanya saja, ketika ditanya apakah Super Air Jet dimodali Rusdi Kirana, Danang belum memberikan jawaban hingga tulisan ini disusun.

Yang jelas, Ari Azhari dalam keterangannya sempat mengulas mengenai adanya sumber daya manusia (SDM) yang berpengalaman puluhan tahun dalam pengoperasian Super Air Jet.

“Super Air Jet didirikan oleh praktisi yang telah memiliki pengalaman dalam mengelola dan menjalankan operasional penerbangan serta didukung sumber daya manusia (SDM) memenuhi standar kualifikasi, sehingga mampu dan menguasai bidang tugas sesuai profesinya,” tegasnya.

“Super Air Jet telah melakukan standarisasi pelatihan bagi manajemen, seluruh awak pesawat, karyawan agar semakin meningkatkan keamanan dan pelayanan kepada para penumpang mendatang,” sambungnya. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved