Breaking News:

CORONA KEPRI

Jubir Satgas Covid-19 Kepri: Alat yang Dimiliki Belum Mampu Deteksi Varian Delta

Jubir Satgas Covid-19 mengatakan, alat pendeteksi bahkan yang dimiliki BTKL-PP belum mampu mendeteksi varian delta.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Endra Kaputra
Jubir Covid-19 Kepri Tjetjep Yudiana menyebut, alat yang dimiliki belum mampu mendeteksi varian delta. 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Covid-19 varian Delta diketahui masuk ke Batam, Provinsi Kepri.

Juru Bicara/ Jubir Satgas Covid-19 Kepri, Tjejep Yudiana mengungkapkan jika Covid-19 varian Delta sebelumnya sudah terdeteksi masuk ke Provinsi Kepri, khususnya Kota Batam.

Ia menambahkan jika varian ini baru diketahui sekira dua bulan lalu.

Dimana satu pasien yang diketahui terpapar berdasarkan sampel yang dikirim.

Pengiriman sampel itu, diakui mantan Kadinkes Kepri itu terpaksa dilakukan karena Provinsi Kepri belum memiliki alat pendeteksi Covid-19 varian Delta.

Warga Tanjungpinang berkumpul untuk mendapatkan vaksinasi covid-19 dosis kedua di Asrama Haji Tanjungpinang, Rabu (21/7/2021)
Warga Tanjungpinang berkumpul untuk mendapatkan vaksinasi covid-19 dosis kedua di Asrama Haji Tanjungpinang, Rabu (21/7/2021) (Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

"Termasuk di BPTKL kita. Alat yang dimiliki itu tidak mampu mendeteksi apakah pasien yang terpapar Covid-19 varian Delta atau tidak.

Ini yang menjadi masalah besarnya," ujarnya, Kamis (22/7/2021).

Tjetjep Yudiana mengatakan jika reagen yang bisa mendeteksi Covid-19 varian Delta hanya dimiliki oleh Pemerintah Pusat.

Kondisi ini menyebabkan sampel yang dikirim harus mengikuti antrean di pusat.

"Sehingga cukup sulit untuk sesegera mungkin melacaknya atas pasien yang terpapar," sebutnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved