Breaking News:

Kapal Tangkap Ikan Bendera Malaysia Tabrak Kapal KKP RI di Selat Malaka

Kejadian kapal ikan asing berbendera Malaysia menabrak kapal pengawas KKP RI terjadi di sekitar Selat Malaka, Rabu (21/7).

TribunBatam.id/Istimewa
Kapal tangkap ikan berbendera Malaysia saat hendak ditangkap kapal pengawas KKP RI di Selat Malaka perairan Indonesia, Rabu (21/7). 

Plt Dirjen PSDKP KKP RI itu memberikan apresiasi kepada PSDKP Batam yang telah bekerja secara maksimal.

Selain itu, menurutnya tindakan tegas juga harus diberikan kepada para pelaku illegal fishing tersebut karena alat yang mereka gunakan sangat berbahaya.

"Trawl (alat tangkap ikan) itu sangat merusak.

Habis terumbu karang dibuatnya. Sudah tidak ada izin, merusak lagi," tegasnya.

Kapal ikan illegal fishing di pangkalan PSDKP Batam, baru-baru ini
Kapal ikan illegal fishing di pangkalan PSDKP Batam, baru-baru ini (tribunbatam.id/Beres Lumbantobing)

Dari 67 kapal tangkapan, PSDKP belum melakukan pemusnahan secara keseluruhan. Sebagian kapal masih dititip di dermaga pangkalan PSDKP Batam.

Kapal ikan asing yang ditangkap itu, lanjut Antam, lebih banyak kapal asing asal Vietnam yang menjarah ikan di perairan laut Natuna.

Untuk kerugian dari total tangkapan, sampai saat ini KKP belum menghitung secara rinci.

"Kerugian masih dalam perhitungan. Bayangkan saja terumbu karang yang rusak itu, 1 tahun cuma tumbuh satu sentimeter, mahal itu," cetusnya.

Diakuinya untuk mencegah tindakan tersebut, secara terus-menerus pihaknya telah melakukan komunikasi dengan duta besar Vietnam di Indonesia.

"Bolak-balik kapal Vietnam yang selalu tertangkap mencuri ikan. Dirjen PSDKP sudah menyurati Dubes Vietnam untuk menyikapi hal ini," pungkasnya.(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng/Bereslumbantobing)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved