Breaking News:

CORONA KEPRI

KATA Gubernur Kepri dan Wali Kota Batam Soal Rencana Rapid Test Antigen Massal

Rencana Rapid Test Antigen Massal ditanggapi berbeda oleh Gubernur Kepri dan Wali Kota Batam.

Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid menjalani rapid test antigen, Senin (17/5/2021). Rencana Rapid Test Antigen massal ditanggapi berbeda oleh dua kepala daerah di Kepri. 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Rencana Rapid Test Antigen massal sesuai instruksi Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan ditanggapi berbeda oleh dua kepala daerah di Kepri.

Seruan yang disampaikan untuk mewujudkan test, tracing dan treatment itu, rencananya akan dilaksanakan oleh Pemko Batam.

Untuk merealisasikan hal itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi sedang menunggu bantuan alat Rapid Test Antigen dari Pemerintah Pusat.

Kepala BP Batam itu menargetkan, minimal sepertiga dari total penduduk di kelurahan bisa mengikuti Rapid Test Antigen secara massal ini.

Tidak hanya itu, pelaksanaan Rapid Test Antigen di Batam ini, ditargetkan dapat berlangsung pada tiga hari mendatang.

"Apabila data penduduk mencapai 800 ribu di kelurahan yang akan disasar.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi saat meninjau vaksinasi di SMPN 10 Batam, Kamis (24/6/2021).
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi saat meninjau vaksinasi di SMPN 10 Batam, Kamis (24/6/2021). (Tribunbatam.id/Istimewa Humas Pemko Batam)

Maka kami butuh alat sepertiganya, minimal 300 ribu alat Antigen," ujar Rudi, Jumat (23/7/2021).

Hal berbeda disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Ia menyebut jika belum ada rencana tracing Rapid Test Antigen massal untuk seluruh warga Kepri.

Saat mengunjungi Vaksinasi Corona di Batam, tepatnya di Vihara Duta Maitreya Batam Center, Ansar Ahmad mengungkapkan jika kendala dalam merealisasikan rencana tersebut berada pada ketersediaan alat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved