Breaking News:

Warning WHO ke Indonesia Saat Muncul Protes PPKM? Desak Pembatasan Mobilitas Seluruh Pelosok Negeri

Indonesia jadi salah satu episentrum pandemi global dalam beberapa pekan terakhir setelah kasus positif Covid-19 melonjak lima kali lipat lima pekan

TribunMataram Kolase/ (SALVATORE DI NOLFI)
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Organisasi itu mendesak Pemerintah Indonesia melakukan pembatasan mobilitas seluruh pelosok negeri 

Pada hari Selasa (20/7/2021), Presiden Jokowi mengatakan pelonggaran PPKM bisa dilakukan mulai pekan depan, jika terjadi penurunan infeksi dalam beberapa hari terakhir.

Kalangan epidemiolog menyatakan berkurangnya jumlah kasus baru disebabkan oleh jumlah tes Covid-19 yang telah dikurangi.

Baca juga: WHO Desak Pembatasan Lebih Ketat di Indonesia, Sebut Kasus Positif Covid-19 Melonjak 5 Kali Lipat

"Jika tren kasus terus menurun, maka pada 26 Juli 2021, pemerintah akan mencabut pembatasan secara bertahap," kata Presiden Jokowi dalam pernyataan resmi dikutip dari Kompas.com.

Tingkat kasus positif harian di Indonesia mencapai rata-rata 30 persen selama sepekan terakhir, bahkan saat jumlah kasus yang diumumkan telah turun.

Menurut WHO, tingkat kasus di atas 20 persen berarti terjadi penularan "sangat tinggi".

Semua provinsi kecuali Aceh memiliki tingkat kasus positif di atas 20 persen.

Aceh mencatat rata-rata kasus positif sebesar 19 persen.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan yang memimpin pelaksanaan PPKM Darurat mengatakan pelonggaran pembatasan dapat terjadi di daerah-daerah di mana tingkat penularan turun.

Kalangan pengusaha menyatakan PHK massal akan dilakukan kecuali pembatasan dilonggarkan pekan depan.

Para pengusaha ini menginginkan staf operasional diizinkan bekerja di kantor atau pabrik di industri penting yang mencakup semua bisnis, perhotelan dan perusahaan TI yang berorientasi ekspor.

.

.

.

Baca berita menarik TRIBUNBTAM.id lainnya di Google

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved