Breaking News:

CORONA KEPRI

SOAL Antigen Massal, Pemko Diminta Sosialisasi, Rudi Chua : Jangan Sampai Warga Berpikir Dihukum

Anggota DPRD Kepri meminta Pemko Batam melakukan sosialisasi sebelum melakukan tes antigen massal terhadap warga agar tak terjadi salah paham.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Tri Indaryani

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Anggota DPRD Kepri meminta Pemko Batam melakukan sosialisasi sebelum melakukan tes antigen massal terhadap warga. 

Sebagaimana diketahui, Kota Batam, merencanakan menggelar tes antigen massal terhadap warganya dalam rangka mempersempit penyebaran Covid-19. 

Rencana itu pun bentuk meneruskan Intruksi Menteri Dalam Negeri( Inmendagri) Nomor 25 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Kota Batam dan Tanjungpinang. 

Di mana pada point ke tujuh huruf j berbunyi, penguatan Testing, Tracing, dan Treatment perlu terus diterapkan. 

Pada angka 1 testing perlu ditingkatkan sesuai dengan tingkat positivity rate mingguan.

Testing perlu terus ditingkatkan dengan target positivity rate <10% (sepuluh persen); testing perlu terus ditingkatkan terhadap suspek, yaitu mereka yang bergejala, dan juga kontak erat. 

Target orang dites per hari untuk setiap kabupaten-kota mengikuti tabel sebagai berikut, khusunya Kota Batam dan Kota Tanjungpinang di Kepri.

Per harinya Kota Batam ada sebanyak 3.307 orang, dan Tanjungpinang 468 orang.

Baca juga: HARI Ini, Warga di 2 Kelurahan di Sagulung Batam Bakal Dites Antigen Massal

Menanggapi hal itu, Legislator Kepri Rudy Chua meminta pemerintah daerah setempat melakukan sosialisasi yang intensif kepada masyarakat terlebih dulu. 

"Sosialisasi intensif dulu, jangan ada anggapan bahwa seperti hukuman. Misal warga yang ditesting dan hasilnya positif seakan-akan langsung masuk karantina, jadinya kan kayak dihukum. Padahal maksudnya upaya pemerintah ini mempersempit ruang gerak virusnya itu, jadi sosialisasi yang ini perlu diintensifkan," ujarnya memberikan saran, Senin (26/7/2021). 

Politisi Hanura dapil Tanjungpinang ini, sangat mendukung apa yang sudah menjadi instruksi Mendagri. 

"Saya sangat mendukung ini. Soalnya penyebaran virus ini tentu lebih cepat bagi orang tanpa gejala. Karena tidak dilakukan testing, dan orang yang ternyata sudah terpapar tidak menyadari, dan menyebarkan ke orang lain termasuk keluarganya sendiri. Seperti ada kasus anaknya tak terima kalau bapak/ibunya divonis meninggal karena covid, anak ini ngotot kalau bapak/ibunya tidak pernah keluar rumah, kenapa divonis kenak Covid-19. Nah dia anak ini lupa, bahwa walapun bapak/ibunya tak keluar, bisa sangat dimungkinkan bahwa virus itu yang bawa dia sendiri, lantaran dia kategori OTG, dan tak menyadari virus itu menular ke bapak/ibunya," ujarnya kembali. 

Ditanyakan, apakah pemerintah siap dalam mempersiapkan lokasi atau tempat karantina bila testing massal dilakukan?

"Saya rasa siap, kitakan bisa perguanakan seperti sekolah-sekolah yang saat ini masih menjalani proses pembelajaran melalui daring. Sebab, kalau tidak begini, penyebaran virus makin meluas," jawabnya.

Rudy pun sangat siap bila dirinya beserta keluarganya juga menjadi orang pertama yang harus dilakukan tes massal tersebut. 

"Kalau saya malah siap, biar kita dengan cepat juga mengetahui apakah ada virus ditubuh kita dan keluarga kita. Kalau ada kan jadi cepat penanganannya. Saya siap untuk itu. Apalagi sekarang itu lebih banyak klaster keluarga," ujarnya. (TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Corona Kepri

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved