Breaking News:

Giliran PO Bus Kibarkan Bendera Putih, Menjerit di Masa Pandemi Tour Leader Menganggur 1,5 Tahun

Menyusul Pedagang Kaki Lima (PKL) mengibarkan bendera putih lambang menyerah di masa PPKM giliran Perusahaan Otobus yang menyatakan tak kuat saat ini

Editor: Irfan Azmi Silalahi
KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA
Pengusaha transportasi pariwisata dan kru mengibarkan bendera putih dan aksi lempar kunci karena terdesak leasing. Giliran PO Bus Kibarkan Bendera Putih, Menjerit di Masa Pandemi Tour Leader Menganggur 1,5 Tahun 

TRIUNBATAM.id - Menyusul Pedagang Kaki Lima (PKL) mengibarkan bendera putih lambang menyerah di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), giliran Perusahaan Otobus (PO) babak belur.

Covid-19 yang membuat ekonomi sulit, membuat mereka makin terjepit dengan sejumlah aturan yang ditetapkan pemerintah menekan angka penyebaran pandemi.

Tak cuma para pengusaha, mereka yang hidup bergantung pada transportasi pariwisata, seperti sopir, kernet, tour leader dan bagian perawatan mengaku makin terpaksa alih profesi.

Seorang tour leader Yasinta Novianti mengaku, selama tak bekerja di sektor pariwisata, dirinya mencari nafkah dengan berjualan.

"Saya sudah menganggur 1,5 tahun, kondisi ini sanga berat untuk bertahan hidup.

Baca juga: PKL Minta Ampun Kibarkan Bendera Putih, Kurangi Jatah Makan Imbas Dagangan Sepi Pembeli

Jualan juga tidak selalu ramai karena saingan banyak," paparnya.

Aksi para pekerja transportasi tersebut mendapat pengawalan dari aparat Polres Salatiga.

Sejumlah pedagang kaki lima di Rangkasbitung, Lebak, Banten, memasang bendera putih di gerobak mereka protes PPKM Darurat diperpanjang, Rabu (21/7/2021)
Sejumlah pedagang kaki lima di Rangkasbitung, Lebak, Banten, memasang bendera putih di gerobak mereka protes PPKM Darurat diperpanjang, Rabu (21/7/2021) ((KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN))

Sebelumnya pengusaha PO pariwisata di Kota Salatiga dan sekitarnya mengadakan aksi pasang bendera putih dan melempar kunci armada, karena tak bekerja selama pandemi Covid-19.

Aksi lempar kunci dilakukan secara simbolik karena bus mereka tak pernah beroperasi kurang lebih 1,5 tahun.

Akibatnya, pengusaha dan kru bus tidak memiliki pendapatan.

Baca juga: Deretan Fakta Bendera Putih Merah Berkibar di Bintan, TNI Turun Tangan hingga Anggota BP Minta Maaf

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved