Breaking News:

OTT DI BINTAN

Kejari Bintan Telusuri Informasi Dugaan Penyelewengan Dana di Desa Malang Rapat

Kepala Kejari Bintan I Wayan Riana mengatakan, pihaknya akan menelusuri kebenaran adanya dugaan penyelewengan dana desa di Desa Malang Rapat Bintan

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dua oknum pegawai Tata Usaha Kejaksaan di Provinsi Kepri berlanjut.

Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan akan menelusuri kebenaran informasi adanya dugaan penyelewengan dana desa di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.

Hal ini dilakukan pasca dua pegawai Tata Usaha di Kejari Bintan dan Kejari Tanjungpinang terjaring OTT yang dilakukan tim Kejati Kepri beberapa waktu lalu.

Dua oknum pegawai Kejaksaan ini diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa Malang Rapat. Modus operandinya mereka mengaku sebagai jaksa yang sedang menyelidiki dugaan kasus dana desa di desa tersebut.

"Itu dugaan mereka ada penyimpangan, tapi nanti kita telusuri kebenarannya," tutur Kepala Kejari Bintan I Wayan Riana, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Oknum Tata Usaha Kejaksaan Ditangkap Tim Kejati Kepri, Mengaku Jaksa Peras Kades

Baca juga: Tim Kejati Kepri Bekuk Jaksa Gadungan, Peras Kades Malang Rapat Bintan Rp 50 Juta

I Wayan mengatakan, pihaknya akan menelusuri penggunaan dana desa di desa itu untuk memastikan tidak ada pelanggaran hukum dalam pengelolaan dana desa.

"Pegawai Kejari Bintan dan Kejari Tanjungpinang yang terjaring OTT berjalan sendiri tanpa perintah. Pejabat tidak ada yang terlibat," tegasnya.

Fakta-fakta Tim Kejati Kepri Bekuk Jaksa Gadungan di Bintan

Sebelumnya diberitakan, dua jaksa gadungan dibekuk tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Rabu (30/6/2021) malam di Bintan gegara kasus pemerasan.

Kini jaksa gadungan itu sudah diserahkan ke Polres Bintan untuk proses selanjutnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved