Breaking News:

Jemaah Umrah Kena Biaya Tambahan Rp 10 Juta Bila Ketentuan Karantina 14 Hari Diberlakukan

Untuk menjalankan ibadah umrah yang hanya 4 jam, jemaah harus melakukan karantina lebih dari 3 pekan.

AFP
IBADAH UMRAH - Ibadah Umrah di area Masjidil Haram Mekah di masa pandemi pada tahun lalu. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Biaya yang akan ditanggung jemaah umrah akan bertambah mahal.

Hal ini karena Pemerintah Arab Saudi menerbitkan surat edaran terkait aturan umrah selama masa pandemi virus corona (Covid-19).

Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) menyebut aturan karantina bagi jemaah umrah akan membuat biaya menjadi lebih mahal.

Bagi sejumlah negara, termasuk Indonesia dikenai kewajiban karantina 14 hari di negara ketiga sebelum masuk ke Arab Saudi.

"Kalau itu benar terjadi, tentu pertama itu terlalu menyulitkan bagi orang yang akan menjalankan ibadah umrah," ujar Sekretaris Jenderal Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU) Artha Hanif, Rabu (28/7/2021).

Artha bilang, kebijakan tersebut akan merugikan bagi jemaah umrah Indonesia.

Pasalnya untuk menjalankan ibadah umrah yang hanya 4 jam, jemaah harus melakukan karantina lebih dari 3 pekan.

Karantina tersebut terdiri dari 14 hari sebelum ibadah umrah dan 8 hari saat tiba di Indonesia.

Tambahan masa karantina itu juga akan membuat biaya umrah membesar.

Artha memperkirakan kenaikan biaya umrah bisa mencapai lebih dari Rp 10 juta.

Biaya yang besar dinilai tidak layak untuk jemaah umrah yang ingin beribadah.

Sebagai informasi, Indonesia merupakan salah satu negara pengirim jemaah umrah terbanyak.

Berdasarkan data Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) total jemaah umrah tahun 2019 mencapai 946.962 orang.

Upaya lobi juga akan dilakukan Pemerintah Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved