Breaking News:

NATUNA TERKINI

CUACA di Natuna Buruk, Nelayan Enggan Melaut, Yanto : Gelombang Tinggi Ikan tak Makan Umpan

Cuaca buruk hujan angin dan gelombang tinggi kembali melanda perairan Natuna seminggu terakhir dan membuat nelayan enggan melaut.

Penulis: Kontributor Natuna | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id
Kapal ikan nelayan di pelabuhan rakyat Desa Tanjung Kecamatan Bunguran Timur Laut, Sabtu (31/7/2021) pagi. 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Cuaca buruk hujan angin dan gelombang tinggi kembali melanda perairan Natuna seminggu terakhir.

Kondisi ini berimbas pada hasil tangkapan nelayan yang menurun drastis, dikarenakan mereka takut untuk turun melaut.

Yanto, Nelayan Desa Tanjung Kecaamatan Bunguran Timur Laut yang ditemui saat tengah membersihkan kapal pompongnya mengatakan, jika memaksakan diri tetap melaut di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat ini sama halnya dengan bunuh diri.

"Apa yang mau kita cari kak. Di daratan kita memang liat cuaca bagus, angin tenang, tapi di laut sana gelombang tinggi, ikan pun kalau keadaan macam gini tak mau juga makan umpan,percuma saja," ujar Yanto, Sabtu (31/7/2021) pagi.

Pria yang menolak difoto ini mengaku untuk sekali berangkat melaut ia menyiapkan modal untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan konsumsi mencapai Rp 500 ribu. Dengan pergi pagi pulang malam hari.

"Udah itu hasil kita mancing ikan palingan 10 ekor, mana cukup untuk modal," keluhnya.

Baca juga: Orang Lewat Sering Lempar Sampah, Pinggiran Jalan Masuk Kompleks Green Town Bengkong Penuh Sampah

Hampir senada dengan Yanto, Ujang nelayan Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur yang ditemui tengah duduk disalah satu warung yang ada di pelabuhan rakyat Pering mengatakan, kemungkinan baru akan turun melaut bila kondisi telah memungkinkan.

"Kami tunggu kabar dari ketua kelompok nelayan, kan kami ada grub (Whatsapp) biasanya ketua selalu infokan kalau cuaca membaik, karena dia dapat info dari BMKG," kata Ujang.

Di saat cuaca buruk seperti ini harga ikan melambung tinggi karena tangkapan nelayan sedikit, sementara mereka butuh untuk menutupi modal.

"Tapi pembeli kan tidak mau tau dengan keadaan kami, taunya ikan murah saja, tak tau macam mana perjuangan kami dilaut untuk menangkap ikan," tutup ujang. (TRIBUNBATAM.id/Wina)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved