Breaking News:

Jejak Buron KPK Harun Masiku, Red Notice Terbit Diangap Terlambat

Sempat terdeteksi penyidik KPK di sekitar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian keberadaan buronan kasus suap PAW calon anggota DPR RI Harun Masiku menguap

Editor: Irfan Azmi Silalahi
kpu.go.id
Foto eks caleg PDIP Harun Masiku semasa masih menjadi anggota Partai Demokrat. Harun kini menjadi buronan KPK. 

TRIBUNBATAM.id - Jejak buronan kakap Harun Masiku masih menjadi misteri para penegak hukum RI.

Sempat terdeteksi penyidik KPK di sekitar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), keberadaan buronan kasus suap PAW calon anggota DPR periode 2019-2024 itu kini menguap.

Harun Masiku menghilang sejak operasi tangkap tangan (OTT) kasus ini berlangsung pada Januari 2020.

Saat ini, Harun Masiku resmi menjadi buronan internasional.

KPK mendapat informasi bahwa Interpol telah mengeluarkan red notice bagi penyuap eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan tersebut.

Menyikapi penerbitan red notice Harun Masiku, Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Fakultas Hukum Universitas Andalas Feri Amsari menilai telat.

Ia menganggap penerbitan red notice untuk buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Masiku sangat terlambat.

"Masalahnya, Harun Masiku diketahui ada dalam negeri.

Sehingga tentu dapat dianggap sangat terlambat," kata Feri kepada Tribunnews.com, Jumat (30/7/2021).

Feri menjelaskan penerbitan red notice merupakan upaya untuk memburu buronan di luar negeri.

Baca juga: Penyidik Senior KPK yang Tak Lolos TWK Beberkan Keberadaan Buronan Harun Masiku

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved