Kamis, 14 Mei 2026

OLIMPIADE TOKYO 2020

Sepak Terjang Greysia/Apriyani, Ganda Putri Andalan RI di Puncak Olimpiade Tokyo 2020

Tiket final bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020 yang diamankan Greysia/Apriyani membuat mereka berada di atas puncak.

Tayang:
ALEXANDER NEMENOV / AFP
Greysia Polii dari Indonesia dan Apriyani Rahayu dari Indonesia (kiri) merayakan setelah memenangkan pertandingan semifinal bulu tangkis ganda putri melawan Shin Seung-chan dari Korea Selatan dan Lee So-hee dari Korea Selatan selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 31 Juli 2021. 

TRIBUNBATAM.id - Tiket final bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020 yang diamankan Greysia/Apriyani membuat mereka berada di atas puncak.

Kelolosan pasangan ini ke partai final menjadi sejarah baru bulu tangkis Tanah Air di sektor ganda putri.

Selama puluhan tahun, belum pernah ada wakil ganda putri Indonesia yang berhasil menembus final Olimpiade.

Kemenangan Greysia/Apriyanii ini membuat mereka dielu-elukan masyarakat.

Greysia/Apriyani lolos ke final usai menaklukan pasangan Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Seung Chan, Sabtu (31/7/2021) pagi.

Nantinya, mereka akan bertemu wakil China, Cheng Qichen/Jia Yifan di partai final.

Selama ini, pasangan Greysia Apriyanii termasuk salah satu andalan tim bulu tangkis Indonesia.

Di pertandingan superseries maupun kejuaraan bulu tangkis lain, pasangan ini tak bisa diremehkan.

Mereka pun kerap membawa pulang medali untuk Tanah Air dalam berbagai kejuaraan.

Permainan yang tajam menjadi salah satu ciri khas pasangan ini.

Lantas, bagaimana sepak terjang mereka?

Sepak terjang Greysia/Apriyani

Ganda Putri Indonesia Greysia Polii/ Apriyani Rahayu juara Yonex Thailand Open 2021 akan main di hari pertama Toyota Thailand Open 2021, Selasa (19/1/2021).
Ganda Putri Indonesia Greysia Polii/ Apriyani Rahayu juara Yonex Thailand Open 2021 akan main di hari pertama Toyota Thailand Open 2021, Selasa (19/1/2021). (twitter/badmintonindonesia)

Greysia Polii adalah pebulutangkis kelahiran Jakarta yang kini berusia 33 tahun.

Dia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan Willy Polii dan Evie Pakasi.

Greysia Polii jauh lebih senior ketimbang Apriyani Rahayu.

Sebelumnya, dia sempat berganti-ganti pasangan di sektor ganda putri.

Dalam olahraga bulutangkis, Greysia Polii mengungkapkan bahwa panutannya adalah Zhang Ning dan Susi Susanti.

Menurut Greysia, keduanya adalah wanita hebat yang telah membuat sejarah di dunia bulutangkis.

Greysia Polii awalnya masuk ke klub Jaya Raya Jakarta dan kemudian bergabung dengan Pelatnas pada 2003.

Dilatih oleh Richard Mainaky dan Aryono Miranat, Greysia Polii ditempatkan di kelas ganda campuran.

Greysia Polii pernah dipasangkan dengan Muhammad Rijal dan Tontowi Ahmad.

Usai dipindahkan ke ganda putri, Polii pernah berpasangan dengan Vita Marissa, Nitya Krishinda Maheswari dan Meiliana Jauhari.

Greysia Polii pernah menempati peringkat terbaik kedelapan sedunia untuk kelas bulutangkis ganda putri.

Hal ini tak lepas dari banyaknya pelajaran yang didapat dari seluruh mantan partner-nya.

Pada 2004 dan 2008, Greysia Polii dipasangkan dengan Jo Novita di Piala Uber Indonesia.

Berganti pasangan di tahun 2008, pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari memulai perjalanan mereka.

Hingga pada akhirnya Greysia Polii menemukan pasangan idealnya seperti yang kita lihat saat ini bersama Apriyani Rahayu.

Apriyani Rahayu adalah atlet bulutangkis ganda putri Indonesia yang mendapat medali perunggu di BWF World Championship 2018 dan Asian Games 2018.

Di bawah bimbingan pelatih yang mumpuni serta sparring yang lebih banyak, Apriyani Rahayu giat berlatih.

Kesempatan pertama Apriyani Rahayu adalah tampil di ajang Sirnas Djarum 2012 di Banjarmasin.

Saat itu Apriyani Rahayu bermain di nomor tunggal putri dan langsung kandas di babak pertama.

Apriyani Rahayu kemudian mendapat arahan dari pelatih, Toto Sunarto agar beralih ke nomor ganda.

Sang pelatih ternyata melihat bakat Apriyani Rahayu lebih cocok untuk bermain di nomor ganda.

Apriyani Rahayu pun akhirnya pindah ke nomor ganda campuran dan ganda putri.

Melansir Tribunnews.com, tahun 2017, Apriyani Rahayu fokus untuk bermain di level senior dan dipasangkan dengan Greysia Polii menggantikan Nitya Maheswari yang cedera.

Penampilan perdana mereka adalah di kejuaran beregu Sudirman Cup 2017.

Gelar pertama Apriyani Rahayu bersama Greysia adalah BWF Grand Prix Gold di Thailand Open 2017 disusul gelar BWF Super Series pertamanya di Prancis Terbuka Super Series 2017.

Setelah itu, Apriyani Rahayu dan Greysia menjadi runner up di Hongkong Open 2017 setelah kalah dari Chen Qingchen/Jia Yifan.

Prestasi terbaik yang pernah dicapai oleh Apriyani Rahayu bersama Greysia adalah mendapat medali perunggu di Asian Games 2018 dan Kejuaraan Dunia 2018.

Itulah dua sosok jagoan ganda putri Indonesia yang bernama Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang baru saja membawa Merah Putih terbang tinggi di Olimpiade Tokyo 2021.

(*)

Berita lain tentang OLIMPIADE TOKYO 2020

Baca berita lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved