Breaking News:

Laksanakan Monitoring dan Evaluasi, BPJS Kesehatan Sampaikan Kinerja Faskes di Karimun

BPJS Kesehatan menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi kinerja Faskes Tingkat Pertama yakni Puskesmas dan Klinik Pratama se-Kabupaten Karimun

Penulis: Renhard Patrecia Sibagariang | Editor: Tri Indaryani
Ist
BPJS Kesehatan menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yakni Puskesmas dan Klinik Pratama se-Kabupaten Karimun melalui forum yang dilaksanakan secara daring pada Selasa 27 Juli 2021. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - BPJS Kesehatan menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yakni Puskesmas dan Klinik Pratama se-Kabupaten Karimun melalui forum yang dilaksanakan secara daring pada Selasa 27 Juli 2021.

Forum yang diikuti oleh Dinas Kesehatan, IDI Kabupaten Karimun, dan pimpinan FKTP ini membahas tentang capaian Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di 3 (tiga) bulan terakhir.

Rahmadi, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun mengatakan bahwa pandemi yang telah terjadi dalam waktu 1,5 tahun memberikan dampak yang signifikan terhadap pelayanan di FKTP.

Dari mulai sepinya kunjungan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ke FKTP hingga tenaga medis yang disibukkan dengan tugas tertentu yang berkaitan dengan pandemi.

“Seperti yang kita ketahui Puskesmas sedang disibukkan dengan target vaksinasi, hal ini sangat menguras energi tenaga medis. Tapi harapan kami pelayanan yang diberikan tetap maksimal,” kata Rahmadi.

Ia menghimbau agar FKTP baik Puskesmas maupun klinik pratama memperhatikan hal-hal yang dapat meningkatkan pencapaian yang menjadi indikator Kapitasi Berbasis Komitmen (KBK). Sehingga yang sebelumnya belum “hijau” bisa menjadi “hijau”, atau minimal “kuning”.

“Lakukan hal-hal yang dapat meningkatkan pencapaian. Misalnya laporan yang harus diinput di aplikasi PCare,” kata Rahmadi.

Yusrianto, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Batam mengatakan bahwa capaian indikator KBK akan menentukan besaran kapitasi yang akan diterima oleh masing-masing FKTP.

Indikator tersebut adalah Angka Kontak (AK), Rasio Rujukan Non Spesialistik (RRNS), dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT).

Untuk capaian indikator KBK Yusrianto mengatakan bahwa rata-rata indikator yang tercapai adalah Rasio Rujukan Non Spesialistik (RRNS).

Sementara Angka Kontak belum mencapai target ideal di angka 150/mil. Begitu pula dengan Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT) dengan target ideal di angka 5%.

“Setiap indikator tersebut dinilai berdasarkan input data yang dilakukan oleh FKTP pada aplikasi P-Care. Untuk itu pastikan hal yang dilakukan oleh FKTP diinput ke aplikasi,” kata Yusrianto.

Yusrianto mengatakan bahwa untuk angka kontak sampai dengan bulan Juni, capaian terbaik diperoleh oleh Klinik Bakti Timah Prayun. Sementara untuk rasio peserta prolanis berkunjung terbaik diperoleh oleh Klinik Medic Centre.

“Untuk mendongkrak nilai, kami harap FKTP dapat melakukan terobosan lain sebagai kegiatan yang dapat di input ke aplikasi P-Care,” kata Yusrianto. (*)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved