Breaking News:

BATAM TERKINI

Anjing K-9 Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Paket Ganja Tujuan Lombok

Anjing K-9 Bea Cukai Batam merespons sebuah paket kiriman yang diberitahukan sebagai pakaian, Kamis (29/7). Setelah dibuka, ditemukan daun ganja

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Anjing K-9 Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Paket Ganja Tujuan Lombok. Foto barang bukti ganja yang diamankan petugas Bea Cukai Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tim K-9 Bea Cukai Batam kembali mendeteksi narkoba yang disembunyikan di dalam barang kiriman.

Kali ini modus yang dipakai adalah menyelipkan ganja seberat 6,2 gram di dalam kerah pakaian bekas jenis blazer yang akan dikirimkan dari Batam ke Lombok Timur.

Kepala Seksi Layanan Informasi Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam (KPU BC Batam) Undani menjelaskan, bahwa temuan tersebut berawal dari kegiatan rutin Tim K-9 Bea Cukai Batam dalam memeriksa barang kiriman yang akan dikirimkan keluar dari Batam.

Kronologinya pada Kamis (29/7/2021), bertempat di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) APL, sekira pukul 10.15 WIB, Tim K-9 Bea Cukai Batam sedang melakukan kegiatan rutin pengecekan menggunakan Anjing K-9.

"Tiba-tiba Anjing K-9 merespons salah satu paket kiriman barang yang diberitahukan sebagai pakaian,” kata Undani Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Mobil Barang Bukti Raib di Kantor Kejari, Oknum Jaksa Pernah Pakai Barbut Gembong Narkoba

Baca juga: Andro Kembali Buat Prestasi, Bantu Bea Cukai Kepri Gagalkan Penyelundupan 17 Kilo Sabu

The wonder dog, Andro, anjing K-9 milik Bea Cukai Batam
The wonder dog, Andro, anjing K-9 milik Bea Cukai Batam (tribunbatam.id/istimewa)

Diketahui, pengirim merupakan warga Batam berinisial S dengan penerima inisial TH yang beralamat di Masbagik, Lombok Timur.

“Selanjutnya bersama perwakilan pihak ekspedisi T, paket kiriman tersebut dilakukan pemeriksaan isi, dan didapati isi paket kiriman berupa 12 saset minuman susu coklat, 2 potong pakaian bekas, dan 1 blazer bekas,” lanjut Undani.

Setelah diperiksa secara mendalam, ditemukan di dalam kerah blazer terdapat daun kering berwarna hijau yang dicurigai adalah ganja.

“Untuk memastikan daun kering tersebut maka dilakukan uji narkotest E dan dihasilkan warna ungu yang berarti daun kering tersebut positif sebagai ganja.” jelas Undani.

Ia melanjutkan, penyelundupan narkotika dapat dijerat dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) dengan ancaman pidana mati / penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum Rp10 miliar.

Selanjutnya barang bukti diserahterimakan ke Kepolisian Resort Kota Barelang (Polresta Barelang) untuk proses lebih lanjut.

(*/TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved