Breaking News:

Pelaku Pembunuhan Janda 2 Anak di Bintan Ditangkap Polisi, Sempat Kabur ke Hutan

Kapolres Bintan AKBP Bambang Sugihartono menyebut, pelaku pembunuhan janda 2 anak di Bintan sudah ditangkap polisi setelah 2 jam pengejaran

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Pelaku Pembunuhan Janda 2 Anak di Bintan Ditangkap Polisi, Sempat Kabur ke Hutan. Foto Kapolres Bintan, AKBP Bambang Sugihartono saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan janda dua anak di Mapolres Bintan, Kamis (5/8/2021) 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Pelaku pembunuhan Siti Soleha (29), janda dua anak di Bintan sudah ditangkap polisi.

Pelaku diketahui bernama Bernard Nabu (40), yang tak lain merupakan kekasih Siti.

Pelaku sebelumnya sempat kabur ke dalam hutan setelah melakukan aksinya di indekos yang terletak di Gang Taher RT 003/RW 001 di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Rabu (4/8/2021) malam sekira pukul 20.30 WIB.

Tim Satreskrim Polres Bintan bersama Polsek Gunung Kijang pun bekerja keras selama dua jam untuk mencari tahu keberadaan pelaku.

Hingga akhirnya pelaku diamankan di dekat perkebunan kelapa sawit.

Baca juga: Misteri Pembunuhan Pejabat Kepala Dinas di Jambi Terungkap, Pelaku Ditangkap

Warga setempat sekaligus saksi mata, Aminudin menunjukkan lokasi pembunuhan janda beranak dua di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kamis (5/8/2021).
Warga setempat sekaligus saksi mata, Aminudin menunjukkan lokasi pembunuhan janda beranak dua di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kamis (5/8/2021). (TribunBatam.id/Alfandi Simamora)

"Alhamdulillah pelaku berhasil diamankan setelah dilakukan pengejaran selama 2 jam," kata Kapolres Bintan, AKBP Bambang Sugihartono, Kamis (5/8/2021).

Dari penuturan pelaku kepada polisi, kronologi pembunuhan itu berawal saat Bernard Nabu menghubungi Siti Soleha, pacarnya yang tinggal satu kosan.

Namun saat dihubungi pelaku, korban tidak mengangkat teleponnya. Dari sanalah pelaku merasa sakit hati dan merasa tidak dihargai. Sehingga nekat menghabisi korban dengan membacok korban dengan parang di bagian leher beberapa kali dan kepala, sehingga kupingnya putus.

"Kejadian itu berawal saat tersangka menelpon tak diangkat oleh korban, dan pergi tidak pamit. Akhirnya pelaku sakit hati dan menghabisi korban," terangnya.

Ia menambahkan, hubungan pelaku dan korban merupakan pacaran. Keduanya belum lama menjalin hubungan.

"Keduanya berasal dari Kabupaten Soe, Provinsi Nusa Tenggara Timur dan sudah saling mengenal selama 7 bulan," tutupnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved