Breaking News:

SAHAM

BUKALAPAK Kebanjiran Permintaan Saham dari Investor Lokal dan Asing, Catat Sejarah Baru di BEI

Sebagai hasil dari antusiasme yang besar dari para investor umum, tercatat jumlah pemesanan yang tinggi mencapai sekitar Rp 4,8 triliun.

TRIBUNBATAM.id/IST
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - PT Bukalapak.com Tbk membuat sejarah baru.

Perusahaan ini merupakan e-commerce berstatus Unicorn pertama yang melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/8).

Emiten dengan kode saham BUKA ini menawarkan 25,76 miliar lembar saham dengan harga penawaran sebesar Rp 85O per saham.

Dana yang berhasil dihimpun dari aksi korporasi ini sekitar Rp 21,9 triliun.

Aksi penggalangan dana ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah bursa.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menyebutkan bahwa Bukalapak menjadi perusahaan ke-28 yang melakukan Initial Public Offering (IPO) pada tahun ini.

Ia menuturkan, BUKA menjadi perusahaan teknologi pertama yang melantai di Bursa Efek.

Baca juga: Bukalapak Resmi Jual Saham Perdana di Bursa: Harga Saham Melonjak, Raup Dana Rp 21,90 Triliun

Bahkan, sebanyak 96.000 investor antusias mengikuti pelaksanaan IPO Bukalapak yang berstatus unicorn tersebut. 

"Pencatatan saham ini telah menoreh sejarah, Perseroan merupakan unicorn pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia dan bahkan di Bursa kawasan Asia Tenggara. PT Bukalapak.com Tbk merupakan perusahaan tercatat yang mampu menarik minat investor paling banyak.

Tercatat sekitar 96.000 investor berpartisipasi pada pelaksanaan Initial Public Offering Perseroan," ujar Inarno dalam Seremoni Virtual Pencatatan Perdana Saham BUKA, Jumat.

”Kami berharap, langkah Bukalapak ini akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan teknologi lain guna semakin meningkatkan kapitalisasi pasar modal Indonesia,”  lanjutnya.

BUKA menunjuk UBS AG Singapore Branch dan Merrill Lynch (Singapore) Pte. Ltd sebagai koordinator global gabungan dan agen penjual International (joint global coordinators and international selling agents) untuk memasarkan IPO pada investor internasional.

Baca juga: UPDATE Harga Terbaru Emas Antam dan UBS di Pegadaian pada Hari Ini (6/8/2021)

Sementara itu, PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek (joint lead managing underwriters).

Adapun penjamin emisi efek yang ditunjuk dalam aksi koprorasi ini adalah PT UBS Sekuritas Indonesia, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Ciptadana Sekuritas Asia, PT lnvestindo Nusantara  Sekuritas,  dan PT  Lotus Andalan Sekuritas.

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved