Wanita Berdaster Tewas di Kamar Usai Bercinta dengan Bule, Dokter Forensik Ungkap Fakta Lain
Wanita berdaster di Denpasar Bali ditemukan tewas usai bercinta dengan bule
TRIBUNBATAM.id, DENPASAR - Berjalan tertatih-tatih, wanita berdaster berinisial HR menghampiri seorang pria.
Kepada orang tersebut, HR meminta diantarkan air ke kamarnya.
Usai diberikan air, HR muntah darah dan jatuh terkapar di kasur.
Ia tidak bangun lagi. Selang beberapa jam kemudian dia dinyatakan meninggal dunia.
Warga di lokasi kejadian pun terkejut dan melaporkan peristiwa ke polisi.
Polisi tak lama datang dan melakukan penyelidikan atas kematian HR.
Baca juga: Jumlah Pasien Sembuh Corona Batam dan Tanjungpinang Melesat Kalahkan Kasus Baru Covid-19
Baca juga: Ancaman Tidak Main-main Jenderal TNI Andika Perkasa: Harus Dikembalikan!
Berdasarkan informasi dihimpun, HR ditemukan tewas di areal bekas lokalisasi prostitusi di Denpasar, Bali sekira pukul 09.30 Wita, Rabu (4/8/2021).
Keterangan dari polisi, HR merupakan perantauan asal Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Jasadnya kemudian dibawa ke rumah sakit setempat untuk diperiksa lebih lanjut.
Sempat Layani Bule
Sebelum meninggal dunia, HR disebut-sebut sempat melayani tamu bule.
Hal ini terungkap dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Benar, korban selesai melayani tamu bule, setelah ditinggal oleh tamu sempat minta air kepada seorang saksi, selang 15 menit, korban muntah darah dan meninggal dunia," kata Kasubbag Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi kepada Tribun Bali.
"Kami masih menunggu pemeriksaan (otopsi) dari dokter untuk memastikan penyebab kematian korban," tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan identifikasi pada jasad korban perempuan asal Bondowoso itu, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
"Pemeriksaan iden nihil tanda-tanda kekerasan," kata dia.
Hanya Pakai Daster
Saat ditemukan, perempuan berusia 51 tahun itu hanya menggunakan daster
Iptu I Ketut Sukadi mengatakan, posisi korban saat ditemukan tertidur di atas kasur, kepala di timur, kaki di selatan.
Korban saat itu menggunakan daster warna putih corak ungu serta mengeluarkan darah dari mulut.
Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Bali dari sumber, korban tinggal di tempat tersebut sejak sekitar 2 bulan yang lalu.
Saat kejadian sebelum meninggal dunia pipi korban nampak peyot.
Selain itu, korban saat kejadian ditemukan tidak menggunakan pakaian dalam.
Sementara itu, disekitar lokasi kejadian ditemukan kondom berisi cairan sperma, didapati informasi pula bahwa bule tersebut merupakan pelanggan korban.
Seusai kejadian jenazah korban dievakuasi oleh petugas ambulans Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar menuju Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah.
Hasil Visum
Jenazah Haryani langsung dibawa ke Instalasi Forensik RSUP Sanglah Denpasar.
Ketika dikonfirmasi, dr. Dudut Rustyadi yang selaku Dokter Spesialis Forensik RSUP Sanglah mengatakan telah melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah tersebut.
Hasilnya tidak ditemukan luka-luka.Diperkirakan waktu kematiannya sekitar 2 hingga 12 jam sebelum diperiksa kemarin, Rabu 4 Agustus 2021 lalu.
"Hasil riksa luar dengan hasil tidak ditemukan adanya luka-luka. Otopsi tidak ada. Sekitar 2-12 sebelum diperiksa kemarin sore (waktu kematiannya)," ungkapnya pada,
Kamis (5/8/2021).
Oleh karena tidak dilakukan autopsi pada jenazah, dr. Dudut mengatakan tidak bisa mengetahui secara pasti apa penyebab dari kematian korban.
Hingga saat ini jenazah tersebut masih dititipkan di RSUP Sanglah dan belum ada pihak keluarga yang datang.
"Belum ada pihak keluarga yang datang, dan jenazah masih di Forensik RSUP Sanglah," katanya.
Sumber : Tribunewsbogor.com