Breaking News:

Kekayaan Achmad Zaky Melesat Rp 4,79 Triliun Pasca Saham Bukalapak Ukir Sejarah di Bursa Indonesia

Pundi-pundi kekayaan pendiri Bukalapak, Achmad Zaky, kian melesat tajam pasca IPO Bukalapak di bursa.

Istimewa via Kompas.com
Perintis Bukalapak, Achmad Zaky (kiri) dan CEO baru Bukalapak, Muhammad Rachmat Kaimuddin (kanan).(Istimewa) 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) telah melakukan pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia, Jumat (6/8/2021). 

Bukalapak sendiri menawarkan saham perdananya di batas atas dari kisaran penawaran, yakni di Rp 850 per saham.

Dengan melepas 25.765.504.800 lembar saham ke publik, Bukalapak sukses meraup dana hingga Rp 21,90 triliun.

Ini merupakan rekor tertinggi perolehan dana via IPO di BEI.

Sebelumnya rekor itu dipegang PT Adaro Energy Tbk yang memperoleh dana IPO Rp 12,23 triliun saat IPO di BEI pada 16 Juli 2008.

Imbasnya, pundi-pundi kekayaan pendiri Bukalapak, Achmad Zaky, kian melesat tajam pasca IPO Bukalapak di bursa.

Baca juga: BUKALAPAK Kebanjiran Permintaan Saham dari Investor Lokal dan Asing, Catat Sejarah Baru di BEI

Ia masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia seiring dengan saham Bukalapak yang diperdagangkan di bursa saham per Jumat (6/8/2021) kemarin.

Bukalapak merupakan perusahaan teknologi unicorn pertama yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Harga saham Bukalapak pun sempat melesat hingga 24,71 persen atau menyentuh batas atas auto rejection (ARA) pada perdagangan hari pertama kemarin.

Saat pembukaan, harga saham Bukalapak pada IPO adalah Rp 850 per lembar saham, dan kini berada di harga Rp 1.060 per saham.

Dilansir dari Forbes, Sabtu (7/8/2021), Bukalapak berhasil meraup dana senilai 1,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 21,9 triliun melalui IPO.

Baca juga: UPDATE Daftar Harga Emas Antam dan UBS Terbaru di Pegadaian, Mulai Rp 541.000 per 0,5 Gram

Saat ini, valuasi pasar Bukalapak tercatat mencapai 7,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 110,2 triliun.

Zaky, pada awal tahun 2020 lalu memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai CEO Bukalapak yang saat ini diduduki oleh Rachmat Kaimuddin.

Zaky tercatat memiliki 4,3 persen dari keseluruhan saham Bukalapak. Forbes pun mencatat, saat ini kekayaan Zaky yang berasal dari kepemilikan sahamnya di e-commerce tersebut mencapai 330 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,785 triliun.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved