Breaking News:

BERITA SINGAPURA

MINGGU DEPAN Singapura Bakal Akhiri Lockdown, Memulai Hidup Bersama Covid-19

Pemerintah Singapura mengumumkan akan mengakhiri lockdown yang telah berlangsung sejak 22 Juli lalu. Alasannya, karena jumlah ...

SINGAPORE
ILUSTRASI SINGAPURA 

TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA - Pemerintah Singapura mengumumkan akan mengakhiri lockdown yang telah berlangsung sejak 22 Juli lalu. Alasannya, karena jumlah orang yang di vaksinasi sudah meningkat, yakni hampir dua pertiga warga atau sekitar 63,4 persen. 

Pada Jumat (6/8/2021), pemerintah Singapura sebelumnya telah merevisi kebijakan tentang penanggulangan penyebaran Covid-19 akibat varian delta. 

Negara itu terakhir memperketat lockdown pada 22 Juli dengan mengeluarkan kebijakan larangan makan di tempat dan membatasi kegiatan sosial. 

Namun, Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung mengatakan, saat ini jumlah kasus harian telah stabil sejak pembatasan sosial terbaru diberlakukan. 

"Kami mencegah peningkatan infeksi, penyakit parah, dan kematian yang tidak terkendali," kata Ong.  

Singapura sendiri merupakan salah satu negara yang melakukan vaksinasi paling cepat. 

Ong mengatakan, proporsi orang yang di vaksinasi penuh akan meningkat menjadi sekitar 70 persen pada hari Senin mendatang, tepat pada saat Hari Kebangsaan Singapura

Namun, mengingat sebagian besar populasi Singapura masih belum sepenuhnya di vaksinasi, pemerintahnya tetap akan menerapkan aturan sosial yang berbeda berdasarkan status vaksinasi masyarakatnya. 

Mulai Selasa pekan depan, syarat jumlah pertemuan kelompok sosial akan dilonggarkan dari dua orang menjadi lima orang. Tetapi, pemerintah Singapura menegaskan bagi yang belum di vaksinasi batasan jumlahnya tetap 2 orang. 

Makan di tempat akan diizinkan secara kelompok hingga lima orang. Namun dengan syarat jika semua orangnya telah di vaksinasi secara penuh atau memiliki hasil tes Covid negatif dalam 24 jam terakhir.

Akan tetapi, untuk makan di pusat kuliner terbuka dan kedai kopi hanya diperbolehkan untuk kelompok hingga dua orang, terlepas dari status vaksinasi.  

Pemerintah Singapura juga mengumumkan beberapa pelonggaran perbatasan.

Mulai Selasa, (10/8), Singapura akan mengizinkan lebih banyak lagi pemegang izin kerja yang telah di vaksinasi lengkap. 

Kemudian pada 20 Agustus mendatang, pelancong yang di vaksinasi penuh dari negara-negara tertentu - termasuk Australia, Kanada, Jerman, dan Korea Selatan - dapat menjalani karantina wajib di rumah mereka. 

Pemerintah mengatakan akan melonggarkan langkah-langkah lebih lanjut sekitar awal September ketika 80 persen populasi diperkirakan akan di vaksinasi sepenuhnya. (*) 

Simak berita terupdate lainnya di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved