Breaking News:

Komisi III DPRD Kepri Soroti Masa Berlaku Hasil Tes Swab PCR

Komisi III DPRD Kepri meminta pemerintah mengevaluasi batas waktu hasil test Swab PCR untuk syarat perjalanan.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUNBATAM/HO
Komisi III DPRD Provinsi Kepri, saat inspeksi mendadak di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, pada Jumat (6/8/2021) 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Komisi III DPRD Kepri meminta pemerintah mengevaluasi batas waktu hasil test Swab PCR untuk syarat perjalanan.

Mengingat, dalam aturannya Hasil Swab PCR hanya berlaku selama 2x24 jam saja.

Sehingga dua hari sebelum waktu keberangkatan menggunakan beragam moda transportasi. Baik masuk maupun ke luar dari Provinsi Kepri.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kepri, Widiastadi Nugroho disela-sela inspeksi mendadak (Sidak), di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, pada Jumat (6/8/2021) kemarin

Saat itu, politisi PDI Perjuangan ini ditemani oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kepri Surya Sardi bersama Yudi Kurnain dan Yusuf.

"Kehadiran kami saat itu berbekal adanya keluhan dari masyarakat terkait masa berlakunya hasil Swab PCR yang hanya berlaku selama 2x24 jam saja," jelas Widiastadi Nugroho, Minggu (08/08/2021).

Sehingga, tambahnya, jika hanya 2x24 jam pasca-diambil sampelnya maka akan terkendala ketika akan berangkat.

Terlebih lagi, jadwal keberangkatan maskapai yang saat ini tidak pernah tepat waktu dan kerap berubah-ubah.

"Walhasil, waktu yang ditentukan tadi menjadi habis. Dan membuat masyarakat akhirnya melakukan Swab PCR ulang dan menimbulkan biaya lagi," terangnya.

Untuk itu, Komisi III DPRD Provinsi Kepri akan merekomendasikan hasil sidak tersebut ke Ketua DPRD Kepri.

Dan selanjutnya akan diteruskan ke Pemerintah Provinsi Kepri, dalam hal ini Gubernur Kepri.

"Hal ini ditujukan agar nomenklatur dalam edaran dari Satuan Gugus Tugas Covid Pusat dikaji ulang lagi. Sehingga sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dan jika direvisi nanti, persyaratan keberangkatan swab PCR 2x24 jam itu dihitung sejak hasil tes dikeluarkan. Bukan mulai dilakukannya tes PCR-nya," tutupnya.

Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Kepri Yusuf yang mengatakan, bahwa hal ini perlu mendapatkan perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi Kepri.

Terlebih lagi, jika ada pasien yang mengalami kedarudaratan karena adanya musibah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved