Breaking News:

Kekejaman Taliban di Afganistan, Culik Janda Untuk Dinikahi Paksa dan Bunuh Pegawai Pemerintah

Kekejaman Taliban mulai membuat warga Afganistan ketakutan. Selain berhasil merebut sebagian besar wilayah afganistan, Taliban juga menculik paksa jan

Editor: Eko Setiawan
(AP PHOTO/TARIQ ACHAKZAI)
Dalam file foto 14 Juli 2021 ini, para pendukung Taliban membawa bendera putih tanda tangan mereka setelah Taliban mengatakan mereka merebut kota perbatasan Afghanistan Spin Boldaka di seberang kota Chaman, Pakistan. 

TRIBUNBATAM.id, KUNDUZ -  Taliban seolah menunjukan kekejamannya pasca Amerika menarik pasukannya dari Afganistan.

Bahkan kekejaman kelompok pemberontak ini sudah tidak bisa diterima dengan akal sehat.

Setelah menguasai sejumlah kota di Afganistan, kelompok ini kini memburu Janda untuk dinikahi secara paksa.

Tidak sampai disana, mereka juga membunuh banyak pegawai pemerintah.

Sejumlah warga Afghanistan mengungkapkan seperti apa kebrutalan yang dilakukan Taliban saat menguasai kota mereka.

Kelompok pemberontak itu menguasai satu demi satu distrik dan kota, memanfaatkan momentum penarik pasukan AS dan sekutunya.

Terbaru, mereka menguasai Faizabad, ibu kota Provinsi Badakhshan, ibu kota provinsi kesembilan yang mereka kuasai.

"Sejak kemarin malam, pasukan pemerintah berada dalam tekanan. Kini Taliban menguasai kota sepenuhnya," kata politisi Zabihullah Attiq.

Di setiap daerah yang dikuasai, muncul kabar bagaimana milisi itu menyiksa dan membunuh pegawai pemerintah, hingga mengambil paksa perempuan untuk dinikahkan.

Seperti yang diutarakan Frida, seorang warga Kunduz yang mengungsi bersama enam anaknya saat pemberontak menguasai kota Minggu (8/8/2021).

"Kami melihat mayat tergeletak di dekat penjara. Ada anjing yang berada di dekatnya," kata perempuan 36 tahun itu dilansir AFP Rabu (11/8/2021).

Warga Kunduz lainnya, Abdulmanan, mengungkapkan bagaimana anaknya diperlakukan seperti binatang dan dipenggal.

"Mereka merebutnya dari saya, dan memperlakukannya seperti domba. Mereka melukai lehernya dan meninggalkannya begitu saja," ratap Abdulmanan.

Amruddin Wali, anggota dewan pemerintahan Kunduz menerangkan, pasukan pemerintah yang tersisa kini menyerah kepada milisi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved