Jumat, 1 Mei 2026

Bau Busuk Bongkar Upaya Penyelundupan Ular Berbisa ke Inggris

Kejadian mengerikan dialami pengusaha peket ekspedisi AWI Express yang menerima paket berisi lima ular berbisa yang disembunyikan dalam wadah piala

Tayang:
Internet
Ilustrasi ular berbisa. Bau Busuk Bongkar Upaya Penyelundupan Ular Berbisa ke Inggris 

TRIBUNBATAM.id - Kejadian mengerikan dialami pengusaha peket ekspedisi ke luar negeri.

M Faris (28), pemilik AWI Express terperangah tahu ada 5 ular berbisa yang akan diselundupkan ke luar negeri.

Salah satu ulah malah menengadahkan kepala dan siap mematuk, saat paket seorang pemuda ia bongkar.

Kecurigaannya bermula saat adanya bau busuk dalam paket piala yang akan dikirimkan ke Merseyside, Inggris.

Siapa sangka, dalam cawan dua piala itu terdapat ular berbisa berusia hitungan pekan jenis blue pit viper (Trimeresurus), viper timur (Trimeresurus hageni), dan king kobra (Ophiophagus hannah).

Baca juga: Hendak Dzikir & Mengira Tasbih, Warga Sukoharjo Kaget Benda yang Dipegang Ternyata Ular Berbisa

Satu dari lima ular itu ditemukan mati saat piala tersebut dibongkar.

Faris mengatakan paket berisi ular mereka terima dari seorang pemuda pada Senin (9/8/2021).

Ilustrasi ular
Ilustrasi ular (Suar.id)

Karena merasa bungkusan paket tidak aman dan dimungkinkan akan merusak isi paket tersebut, ia pun mengusulkan agar paket dikemas ulang, tanpa menaruh curiga apa pun terkait isi dari paket tersebut.

Ia pun mengemas paket tersebut ke dalam sebuah dus karton putih yang ada di kantornya.

"Karena merasa bungkusan paket dia itu tidak aman, maka kita sarankan untuk di-packing ulang, kita kasih bubble wrap tambahan dan dimasukkan ke dalam kardus, lalu kita ukur ulang volume dan beratnya berapa.

Setelah proses selesai, kemudian terjadi transaksi pembayaran ongkos kirim seperti biasanya.

Sampai tahap itu saya tidak ada curiga apa pun, hanya dalam hati menyayangkan saja, paket piala seperti itu dikirim jauh ke Inggris dengan ongkos jutaan rupiah," ujarnya saat ditemui di kantor jasa ekspedisinya, Jalan Pahlawan, Kota Bandung, Rabu (11/8/2021).

Baca juga: Sekarat Digigit Ular Berbisa, Sesampainya di RS Diwajibkan Tes Swab Dulu, Nyawa Mulyadi Melayang

Faris menuturkan, kecurigaannya muncul setelah petugas kurir dari mitra jasa ekspedisi AWI Express, memintanya untuk melakukan pengecekan ulang terhadap isi dari paket tersebut, sebelum dibawa ke Jakarta untuk diterbangkan ke Inggris.

Terlebih, Faris pernah mengalami peristiwa sama dugaan penyelundupan ular, dengan kamuflase pengiriman paket berisi lukisan ke Taiwan bulan lalu.

Ia pun selanjutnya mengikuti saran tersebut dan membongkar kembali paket.

"Saat paket di sini akan dibawa oleh kurir DHL yang merupakan mitra kami, dia menelepon saya dan menayangkan isi dari paket itu, juga upaya pengecekan ulang yang dilakukan saya terhadap isi di dalamnya.

Karena khawatir peristiwa dugaan penyelundupan ular seperti yang terjadi bulan lalu kembali menimpa saya.

Setelah saya buka dusnya, mulai tercium bau busuk, lalu saya bongkar piala pertama, ketemu satu anak ular tapi kondisinya sudah mati, diduga kehabisan oksigen karena dibekap dalam paket tanpa sirkulasi udara," ucapnya.

Dilansir dari TribunJabar, melihat hal tersebut, Faris pun penasaran dengan piala kedua.

Setelah dibongkar ternyata berisi ular lain dengan jenis berbeda, bahkan salah satunya tiba-tiba langsung mengadahkan kepalanya dan bersiap mematuk.

Karena kaget dengan kondisi itu, Ia pun segera memasukan kembali piala ke dalam dus dan merekatkan kembali dengan lakban.

Ilustrasi ular berbisa
Ilustrasi ular berbisa (Internet)

"Setelah tahu isi paket adalah ular, saya langsung menghubungi BKSDA Jabar.

Tapi karena tidak ada peralatan untuk rescue, saya diarahkan untuk menghubungi Diskar PB Kota Bandung.

Tidak berselang lama petugas datang, dan melihat isi paket itu, lalu membawanya untuk dievakuasi kemarin (10/8/2021).

Ia mengaku, hal tersebut akan dijadikan pelajaran berharga bagi dirinya dalam merintis usaha jasa pengiriman paket ekspedisi ke luar negeri dengan lebih waspada, khususnya paket yang dianggap mencurigakan.

"Intinya, saya akan lebih waspada lagi dalam menerima paket-paket yang mungkin mencurigakan, apalagi kejadian ini bukan yang pertama.

Saya juga akan mencoba untuk menghubungi si pengirim paket, karena ini sangat berbahaya, bukan saja bagi keberlangsungan usaha saya, tapi keselamatan saya dan karyawan saya lainnya," katanya.

Baca juga: Panji Petualang Digigt Ular Berbisa, Tangan Bengkak dan Menghitam: Nggak Pernah Mau

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kasie Rescue Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Jhon Erwin Indradi membenarkan bahwa adanya laporan dari pemilik jasa pengiriman paket ekspedisi AWI Express, M. Faris.

Laporan itu diterima emergency call 113 Diskar PB Kota Bandung, perihal temuan ular dalam paket ekspedisi yang akan dikirimkan ke wilayah Merseyside, Inggris, kemarin (10/8/2021).

Sebagai upaya antisipasi, proses evakuasi pun telah dilakukan petugas unit pleton tiga, dengan membawa ular ke Mako Diskar PB Kota Bandung.

"Jadi benar, laporan mengenai adanya ular dalam paket ekspedisi ini ada kemarin, dan sudah dievakuasi.

Ada lima ekor ular yang usianya diperkirakan masih hitungan minggu, karena ukuran panjangnya kurang lebih 70 cm dan diameternya dua sentimeter.

Untuk jenisnya, dua Blue Pit Viper (Trimeresurus), dua ular jenis Viper Timur (Trimeresurus Insularis) dan satu anak King Kobra," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Rabu (11/8/2021).

Menurutnya, berdasarkan keterangan pelapor, bahwa yang bersangkutan merasa curiga dengan isi paket di dalam dus karton putih yang dikirimkan oleh salah seorang konsumen.

Terlebih tercium bau busuk dari dalam paket tersebut.

Setelah membuka dus paket berisi piala, Ia pun membongkar piala tersebut secara manual, dan menemukan lima ekor anak ular di dalamnya.

Karena khawatir ular-ular tersebut termasuk jenis berbisa.

Maka pelapor menghubungi Diskar PB Kota Bandung, guna meminta bantuan.

"Setelah mendapat laporan, petugas kami langsung koordinasi dengan pelapor dan melakukan assessmen serta mengecek dus yang berisi ular-ular tersebut.

Saat itu ditemukan salah satu ular telah mati dan empat lainnya masih hidup.

Proses evakuasi berlangsung cepat dan tidak ada korban atas kejadian tersebut," katanya.

.

.

.

Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved