Breaking News:

Masa Suram Pedagang Ikan Salai di Natuna, Omzet Menurun Sejak Penerapan PPKM

Pedagang ikan salai di Natuna Anwar menyebut, omzet menurun sejak PPKM. Biasa sehari bisa salai ikan 4 kali, kini hanya 2 kali itu pun tak habis

Penulis: Kontributor Natuna | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM/MUHAMMAD ILHAM
Masa Suram Pedagang Ikan Salai di Natuna, Omzet Menurun Sejak Penerapan PPKM. Foto: ilustrasi seorang pedagang sedang memanggang deretan ikan salai di Natuna 

Laporan Kontributor Tribun Batam di Natuna, Wina

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Usaha Ikan asap atau ikan salai dalam bahasa masyarakat Natuna, saat ini mengalami penurunan pendapatan yang cukup signifikan.

Itu sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pasalnya, ikan salai yang termasuk oleh-oleh khas Natuna, khususnya dari Kota Ranai, mulai sepi pembeli.

Sebelum PPKM, kebanyakan pembeli ikan salai merupakan para tamu yang berkunjung ke Natuna.

Karena ada PPKM, transportasi tujuan dari dan ke Natuna pun menjadi sangat terbatas.

Baca juga: Arianto Tetap Bersyukur Meski Omset Usaha Ikan Salai Tergerus Covid-19

Baca juga: Kerap Dijadikan Oleh-oleh, Icip Nikmatnya Ikan Salai Khas Natuna, Cuma Rp 25 Ribu

Bahkan pesawat komersil hanya terbang satu kali dalam seminggu.

Sementara kapal penumpang milik PT Pelni sempat terhenti.

"Dulu sebelum PPKM saya biasa salai ikan 4 kali sehari, kadang sampai Rp 2 juta lebih modalnya.

Sekarang paling Rp 800 ribu saja. Cuma untuk 2 kali salai, itupun kadang tak habis," ungkap seorang pedagang ikan salai di kawasan Batu Kapal, Anwar (45).

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved