Breaking News:

Jaksa Ajukan Banding, Vonis Kasus Gelar Palsu Rini Pratiwi Anggota DPRD Tanjungpinang

JPU pada Kejari Tanjungpinang mengajukan banding atas vonis majelis hakim PN Tanjungpinang kepada terdakwa Rini Pratiwi. Rini divonis denda Rp 5 juta

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Endra Kaputra
Jaksa Ajukan Banding, Vonis Kasus Gelar Palsu Rini Pratiwi Anggota DPRD Tanjungpinang. Foto Rini Pratiwi, Anggota DPRD Tanjungpinang saat menjalani sidang perdananya sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (21/04/2021). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang akan mengajukan banding terkait kasus gelar akademik palsu terdakwa Rini Pratiwi.

Sebelumnya pada persidangan Kamis (12/8/2021) lalu, jaksa masih pikir-pikir terhadap putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Kala itu, majelis hakim menjatuhkan vonis ringan kepada anggota DPRD Tanjungpinang tersebut.

Rini Pratiwi hanya dijatuhi hukuman pidana denda Rp 5 juta, subsider 1 bulan kurungan.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 1 tahun penjara, dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

"Kemarin saya tanya sama jaksanya, terhadap perkara Rini itu, dari jaksa akan melakukan upaya banding," kata Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Tanjungpinang, Sudiharjo, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (17/8/2021).

Meski kewenangan ada pada Majelis Hakim, namun menurutnya, vonis yang diberikan terhadap perkara terdakwa Rini Pratiwi tidak sesuai dengan tuntutan jaksa.

"Kita kan nuntutnya pidana penjara dan denda, sementara majelis hakim vonisnya hanya denda saja.

Jadi itu alasan kita untuk banding," tegasnya.

Ia memastikan pengajuan banding tersebut akan dilakukan pada Rabu (18/8/2021) ke PN Tanjungpinang.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved