Breaking News:

CORONA KEPRI

Tarif Tes PCR Turun, Gubernur Kepri Minta Dinkes Kabupaten/Kota Awasi Klinik 'Nakal'

Gubernur Kepri Ansar Ahmad minta Dinas Kesehatan di Kabupaten/Kota mengawasi bila ada klinik nakal terapkan tarif tes PCR di atas batas tertinggi

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Endra Kaputra
Tarif Tes PCR Turun, Gubernur Kepri Minta Dinkes Kabupaten/Kota Awasi Klinik 'Nakal'. Foto Gubernur Kepri, Ansar Ahmad 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Kabar baik bagi masyarakat Indonesia yang akan menggunakan layanan tes PCR.

Pasalnya pemerintah secara resmi telah menurunkan harganya.

Untuk pemeriksaan RT-PCR di Pulau Jawa dan Bali sebesar Rp 495 ribu.

Sedangkan di luar Pulau Jawa dan Bali sebesar Rp 525 ribu.

Kabar tersebut langsung ditanggapi Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

"Alhamdulillah artinya biaya swab yang dikeluhkan masyarakat sudah diturunkan pemerintah pusat," ujarnya, Rabu (18/8/2021).

Ansar pun meminta Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota agar memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Selain itu, Ansar juga meminta Dinas Kesehatan baik Provinsi dan Kabupaten/Kota turut mengawasi bila ada klinik atau fasilitas kesehatan yang memberlakukan tarif tes PCR di atas batas tertinggi.

"Harus diawasi itu. Jangan sampai ada laporan dari masyarakat kalau ada penyedia tes PCR masih pasang tarif di luar ketentuan. Kalau lebih murah lebih bagus," ujarnya.

Baca juga: Tarif Tes PCR dan Antigen di RS Soedarsono Darmosoewito Batam Turun, Ini Rinciannya

Baca juga: Syarat Terbang Tanjungpinang-Tambelan Kini Wajib Tes PCR, Warga: Lebih Mahal Biaya Tes PCR

Ditanyakan soal keluhan warga terkait mahalnya tarif tes antigen, Ansar mengatakan akan mencoba untuk menyampaikan kepada pihak Kimia Farma.

"Nanti segera saya sampaikan. Mudah-mudahan bisa turun sama seperti saat harga GeNose akhirnya turun," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved