Vaksinnya Laris Manis, Bos AstraZeneca Kini Jadi CEO Dengan Gaji Terbesar di Inggri
High Pay Center pun memaparkan, banyak bisnis mengalami kerugian tinggi akibat lockdown, sehingga para CEO perusahaan besar di London gaji tahunannya
TRIBUNBATAM.id, LONDON - Saat ini bos AstraZeneca menjadi CEO dengan gaji tertinggi di Inggris.
Hasil survei lembaga High Pay Center yang dirilis pada Kamis (19/8/2021) mengungkapkan, tahun lalu Soriot mengantongi pemasukan 15,45 juta poundsterling (Rp 304,8 miliar).
Kepala Eksekutif AstraZeneca, Pascal Soriot, menjadi CEO dengan pendapatan tertinggi di Inggris pada 2020 berkat vaksin Covid-19 perusahaannya yang laris manis.
Soriot menempati posisi teratas juga karena efek dari gaji para kepala eksekutif lainnya di Inggris yang dipotong selama pandemi Covid-19.
High Pay Center pun memaparkan, banyak bisnis mengalami kerugian tinggi akibat lockdown, sehingga para CEO perusahaan besar di London gaji tahunannya rata-rata turun 17 persen.
Namun, bos AstraZeneca, Pascal Soriot, berhasil meraup 15,45 juta pounds atau 50 persen lebih banyak dari urutan kedua, Brian Cassin, CEO di grup pemeringkat kredit Experian.
High Pay Center lalu mengampanyekan penyempitan kesenjangan yang besar antara bayaran CEO dan upah pekerja biasa di Inggris.
"Gaji CEO yang sangat tinggi mencerminkan kesenjangan lebih lebar antara kaya dan miskin di Inggris daripada di sebagian besar negara Eropa lainnya," kata Direktur High Pay Center, Luke Hildyard, dikutip dari AFP.
"Ketidaksetaraan yang diekspos oleh pandemi dan volume uang publik yang digunakan untuk melindungi bisnis besar, dapat memperkuat argumen untuk langkah-langkah menahan gaji tertinggi dan menyeimbangkan kembali perbedaan pendapatan yang ekstrem," lanjutnya
Survei menunjukkan, pendapatan rata-rata CEO adalah 86 kali gaji rata-rata pekerja penuh waktu di Inggris.
High Pay Center mengatakan, rata-rata gaji CEO di sembilan perusahaan unggulan yang menerapkan skema cuti berbayar dari pemerintah adalah 2,39 juta pounds (Rp 47,18 miliar).
Pemerintah Inggris menghabiskan miliaran pounds untuk membayar sebagian besar upah staf sektor swasta selama pandemi, dalam skema yang akan berakhir bulan depan.
Sementara itu, CEO wanita dengan bayaran tertinggi tahun lalu adalah Emma Walmsley, yang memperoleh 7 juta pounds (Rp 138,13 miliar) sebagai bos raksasa farmasi GlaxoSmithKline.
Hanya 6 dari 100 perusahaan di indeks perusahaan unggulan yang memiliki CEO wanita.
Gaji rata-rata CEO di Inggris tahun lalu adalah 2,69 juta pounds (Rp 53,11 miliar) dari 100 perusahaan yang disurvei.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kantongi Rp 304 Miliar, Bos AstraZeneca Jadi CEO dengan Gaji Tertinggi di Inggris"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/611e582ec5cdd.jpg)